REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah puncak musim penghujan, kereta api tetap menjadi tumpuan utama masyarakat untuk mobilitas antarkota karena keunggulannya dalam ketepatan waktu dan keamanan.
Meskipun tantangan alam seperti genangan air di jalur rel kerap muncul, kesigapan operator dalam memitigasi risiko memastikan roda transportasi publik ini tidak berhenti berputar. Bagi pelanggan, kepastian jadwal keberangkatan adalah hal krusial agar rencana perjalanan mereka tidak terganggu oleh anomali cuaca yang melanda beberapa wilayah di Pulau Jawa.
- IDEAS: 2026 Harus Jadi Titik Balik Pembenahan Ekosistem Ojek Online
- Madu dari Sydney
- Polisi Gagalkan Tawuran, Enam Remaja dan Senjata Tajam Diamankan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan bahwa genangan air yang terjadi di jalur kereta api sekitar Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Jawa Tengah, tidak berdampak pada keberangkatan kereta di wilayah ini.
Daop 7 Madiun sendiri merupakan salah satu wilayah administratif operasional KAI yang berpusat di Kota Madiun, Jawa Timur, dengan jangkauan wilayah yang membentang dari Stasiun Walikukun di barat hingga Stasiun Kertosono di timur, serta jalur percabangan menuju Blitar dan Jombang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa seluruh Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) tujuan Jakarta tetap berangkat tepat waktu. Tergenangnya jalur di sekitar Stasiun Pekalongan dan Sragi tersebut umumnya dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang menyebabkan luapan sungai atau drainase di sekitar jalur rel pantura yang secara geografis berada di dataran rendah. Meski demikian, titik genangan tersebut masih dalam batas aman untuk dilintasi dengan pengawasan ketat, sehingga tidak memicu pembatalan jadwal.
"KAJJ keberangkatan Daop 7 Madiun yang melintasi lintas Sragi–Pekalongan, yakni KA Brantas relasi Stasiun Blitar–Pasar Senen, dipastikan berangkat tepat waktu dari Stasiun Blitar pada pukul 12.55 WIB," jelas Tohari dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026). Sebagai informasi, KA Brantas adalah layanan kereta api kelas campuran (Eksekutif dan Ekonomi) yang dikenal strategis karena menghubungkan wilayah Jawa Timur bagian selatan langsung menuju Jakarta melalui jalur utara.
Selain KA Brantas, perjalanan kereta lain yang melintasi lintas Sragi–Pekalongan seperti KA Matarmaja (Malang–Pasar Senen), KA Majapahit (Malang–Pasar Senen), dan KA Brawijaya (Malang–Gambir) juga dipastikan berangkat sesuai jadwal. Sementara itu, kereta lintas selatan dari wilayah Daop 7 Madiun yang tidak melewati titik genangan, seperti KA Madiun Jaya (Madiun–Pasar Senen), KA Singasari (Blitar–Pasar Senen), dan KA Bangunkarta (Jombang–Pasar Senen), tetap beroperasi normal tanpa kendala.
KAI Daop 7 Madiun juga mencatat tingginya antusiasme masyarakat pada masa libur akhir pekan ini dengan total volume penumpang mencapai 48.878 pelanggan sejak beberapa hari terakhir. Puncak arus penumpang terjadi pada Kamis (15/1) dengan total 16.796 pelanggan. Khusus untuk hari ini, Sabtu (17/1/2026), tercatat sebanyak 8.936 penumpang telah melakukan perjalanan melalui stasiun-stasiun di wilayah Daop 7.
Tohari menambahkan bahwa ketersediaan tempat duduk untuk berbagai tujuan masih cukup memadai. Masyarakat yang berencana bepergian diimbau segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya. "KAI terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jalur dan perjalanan guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan tetap terjaga di tengah kondisi cuaca saat ini," pungkasnya.




