Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dengan rute Yogyakarta-Makassar hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). Pesawat ini tercatat melakukan 2 penerbangan sebelum hilang kontak.
Berdasarkan situs FlightRadar24, tercatat pesawat dengan kode ekor PK-THT itu lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Bandara Ahmad Yani Semarang pada Jumat (16/1).
Pada hari yang sama, pesawat itu kemudian kembali terbang dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta.
Kemudian, hari ini, pesawat melakukan penerbangan dari Bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat akhirnya dilaporkan hilang kontak.
Pesawat ini dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) pukul 13.17 WITA. Pesawat berada di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan koordinat 04°57’08” LS-119°42’54” BT.
“Kami telah menuju lokasi titik koordinat yang berada di sekitar daerah Leang-Leang sesuai koordinat yang dilaporkan AirNav kepada kami,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.
Untuk mendeteksi dan menemukan pesawat ATR 400 tersebut yang mengangkut 8 orang kru dan 3 orang penumpang, Basarnas menurunkan sebanyak 60 personel Basarnas dan potensi SAR.
“Tim pertama sudah diberangkatkan sebanyak 5 orang untuk melakukan assessment, kemudian kami memberangkatkan lagi 15 orang untuk tim kedua. Sementara untuk tim ketiga, kami akan memberangkatkan sebanyak 40 personel bersama potensi SAR,” jelas Andi Sultan.





