DALAM setiap insiden penerbangan, dua kata yang paling sering memicu kecemasan adalah "hilang kontak". Secara psikologis, publik sering kali langsung menghubungkan istilah ini dengan jatuhnya pesawat. Namun, dalam dunia navigasi udara, hilang kontak adalah kondisi teknis yang memiliki protokol penanganan sistematis dan tidak selalu berakhir dengan kecelakaan.
Memahami apa yang terjadi saat sebuah pesawat tidak lagi merespons panggilan menara pengawas sangat penting untuk membangun literasi keselamatan transportasi yang objektif.
Apa Itu Kondisi Hilang Kontak?Hilang kontak atau lost contact terjadi ketika komunikasi dua arah antara pilot dan petugas Air Traffic Control (ATC) terputus. Hal ini bisa disebabkan oleh kegagalan sistem radio (radio failure), gangguan sinyal karena faktor cuaca, atau kondisi geografis seperti blank spot di pegunungan.
Baca juga : Memahami Fenomena Hilang Kontak Pesawat: Pengertian, Penyebab, dan Prosedur Darurat
Penting untuk dicatat bahwa pesawat yang hilang kontak radio mungkin saja masih terpantau di layar radar. Inilah yang disebut dengan Radio Failure namun tetap dalam pantauan radar (Radar Contact).
Filosofi Pilot: Aviate, Navigate, CommunicateSalah satu alasan mengapa pesawat bisa hilang kontak dalam situasi darurat adalah penerapan prinsip Aviate, Navigate, Communicate. Dalam kondisi krisis (misalnya kegagalan mesin atau cuaca ekstrem), prioritas utama pilot adalah:
- Aviate: Menerbangkan dan mengendalikan pesawat agar tetap stabil.
- Navigate: Menentukan arah terbang yang aman agar tidak menabrak rintangan.
- Communicate: Melaporkan kondisi ke darat.
Jika beban kerja di kokpit sangat tinggi, pilot akan mengabaikan komunikasi (Communicate) untuk fokus pada dua poin pertama. Dalam skenario ini, pesawat terlihat hilang kontak padahal pilot sedang berjuang menstabilkan pesawat.
Baca juga : Dialami ATR 400 Milik Indonesia Air Transport, Mengapa Pesawat Bisa Hilang Kontak? Mengenal Penyebab dan Prosedur Keselamatan Aviasi
Prosedur Squawk 7600: Sinyal "Bisu" yang TerpantauDunia penerbangan telah mengantisipasi kegagalan komunikasi dengan kode transponder khusus. Jika radio pesawat rusak total tetapi sistem kelistrikan masih berfungsi, pilot akan mengubah kode transponder mereka menjadi 7600.
Begitu angka 7600 muncul di layar radar ATC, petugas akan langsung memahami bahwa pesawat tersebut mengalami gangguan komunikasi. ATC kemudian akan mengosongkan jalur udara bagi pesawat tersebut dan memberikan prioritas mendarat tanpa perlu komunikasi suara.
Mengenal 3 Fase Darurat ICAOOrganisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan tahapan yang sangat terukur sebelum sebuah pesawat dinyatakan dalam bahaya:
1. INCERFA (Uncertainty Phase)Fase ketidakpastian. Diaktifkan jika tidak ada komunikasi selama 30 menit dari jadwal yang seharusnya. Pada tahap ini, otoritas hanya mengumpulkan informasi dan mencoba menghubungi pesawat melalui frekuensi darurat.
2. ALERFA (Alert Phase)Fase siaga. Diaktifkan jika upaya komunikasi tetap gagal dan muncul kekhawatiran terhadap keselamatan pesawat. Unit penyelamat mulai bersiaga di tahap ini.
3. DETRESFA (Distress Phase)Fase bahaya. Diaktifkan jika ada indikasi kuat pesawat mengalami kecelakaan atau kehabisan bahan bakar. Operasi Search and Rescue (SAR) baru resmi diluncurkan pada tahap ini.
Kapan Hilang Kontak Menjadi Sangat Serius?Kondisi menjadi kritis apabila hilang kontak dibarengi dengan hilangnya simbol pesawat dari layar radar (Lost Radar Contact). Jika transponder berhenti mengirimkan data, hal ini bisa mengindikasikan tiga hal: kegagalan listrik total, pesawat terbang terlalu rendah sehingga terhalang bumi, atau pesawat telah mengalami benturan.
KesimpulanHilang kontak adalah situasi darurat, namun bukan vonis kecelakaan. Banyak kasus di mana pesawat mendarat dengan selamat meskipun mengalami gangguan komunikasi total. Kecepatan otoritas dalam mengaktifkan fase INCERFA hingga DETRESFA adalah kunci dalam memastikan keselamatan setiap jiwa di udara.
(Cah/P-3)




