Fajar.co.id, Makassar — Seminar ilmiah bertema “Pintu-Pintu Surga yang Terlupakan” yang diselenggarakan di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna, kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga Kota Makassar terlihat memadati area utama masjid untuk mengikuti kegiatan keilmuan ini sejak pagi hari.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, sebagai bagian dari penguatan dakwah ilmiah dan penyebaran pemahaman Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para salafus shalih.
Seminar ilmiah ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi (Mudir I-Salam dan Dewan Syariah LAZ Peduli Dakwah) serta Ustadz Abu Amatillah Anshari, S.Th.I, M.A. (Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa dan Pembina Pondok Pesantren Mush’ab bin Umair As-Sunnah Gowa).
Dalam pemaparan materinya, kedua narasumber menjelaskan bahwa pintu-pintu surga terbuka luas melalui berbagai amalan kebaikan yang sering kali terlupakan, baik berupa amalan hati, lisan, maupun perbuatan.
Selain sesi pemaparan materi, seminar ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab di akhir acara. Pada sesi tersebut, para jamaah diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Sesi ini berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pembahasan keilmuan yang disampaikan.
Kegiatan seminar ilmiah ini berlangsung sejak pukul 10:00 WITA hingga selesai, dengan suasana yang tertib, khidmat, dan kondusif.
Seminar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan DKM Masjid 99 Kubah Asmaul Husna.
Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui Radio An-Nasihah serta live streaming di sejumlah kanal youtube dakwah seperti hafayu tv, An-nasihah tv dan Jannatul firdaus official.
Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, baik muslim maupun muslimah. Diharapkan melalui seminar ilmiah ini, masyarakat semakin memahami bahwa banyak pintu surga dapat diraih melalui amalan-amalan sederhana yang banyak dilalaikan. (abe/sam)





