Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Pencarian Difokuskan di Pegunungan Bantimurung Maros

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Helikopter milik TNI Angkatan Udara akan dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat.

Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Pencarian Difokuskan di Pegunungan Bantimurung Maros

IDXChannel - Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport hilang kontak. Tim SAR gabungan melakukan pencarian di Pegunungan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, kabupaten Marros dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga:
Kronologi Pesawat ATR Rute Yogyakarta-Makassar, Sempat Akan Mendarat Tapi Lost Contact

Dia menambahkan, helikopter milik TNI Angkatan Udara akan dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat. AirNav Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (Notam) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.

"Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA," katanya.

Baca Juga:
Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Maros

Sementara itu, bedasarkan informasi kronologi kejadian yang diterima, pesawat awalnya lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar.

Ketika ingin mendarat pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. 

Namun ketika hendak melakukan pendaratan, pihak Bandara tidak menerima sinyal dari pesawat.

"Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi," kata Lukman.

ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus alias loss contact.

"Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku," kata dia.

Dengan kejadian ini, AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Basarnas Pusat serta Kepolisian setempat guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penelitian Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Ilegal di Pohuwato
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bina Marga Jaksel: Pohon di Kebayoran Lama Izinnya Dipangkas, Bukan Ditebang
• 7 jam laludetik.com
thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Progres Pembangunan Rumah Sementara oleh BUMN di Aceh Timur Capai 97 Persen
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
OJK Kaltim–Kaltara Minta BPD Perkuat Kredit UMKM, Beralih dari Sektor Konsumtif
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.