PIDIE JAYA, KOMPAS.TV - Korban banjir di desa pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, masih mengungsi di tenda dan butuh kepastian hunian layak.
Korban banjir dari Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Muntasir mengatakan warga di desa pedalaman Pidie Jaya tersebut masih belum mendapat kepastian mengenai hunian sementara atau tetap.
"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Kini, kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga," ungkapnya di Pidie Jaya, Sabtu (17/1/2026), via Antara.
Muntasir mengungkap ia dan warga lainnya sudah mengungsi di tenda hampir sebulan lamanya setelah sebelumnya mengungsi di masjid.
"Tenda ini didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, kami mengungsi di masjid Desa Sarah Mane," ujarnya.
Baca Juga: Pidie Jaya Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 28 Januari 2026
Kata dia, rumah yang ditempati keluarganya berada tidak jauh dari aliran Krueng Meureudu dan ikut terseret arus sungai ketika banjir bandang melanda sungai tersebut pada akhir November 2025 lalu.
"Ada sebanyak 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah tersebut ambruk dan terbawa arus sungai yang deras ketika itu," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Muntasir menyebut pembangunan hunian sementara korban banjir dari Gampong Lhok Sandeng mengalami kendala lahan.
"Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dan hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun," ucapnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Antara
- banjir
- banjir bandang
- korban banjir
- pidie jaya
- pedalaman pidie jaya
- tenda




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4270826/original/010293200_1671790149-4.jpg)