SIDOARJO, KOMPAS - Untuk pertama kalinya, Bali resmi dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia dalam ajang ”Travellers’ Choice Awards Best of the Best Destination 2026” menurut platform panduan perjalanan Tripadvisor. Capaian itu dinilai tidak lepas dari testimoni positif para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata.
TripAdvisor menyoroti beberapa faktor utama yang membuat Bali berada di posisi teratas, yakni perpaduan antara keindahan alam (pantai pasir putih dan hutan rimbun), kekayaan budaya (pura dan tradisi), serta petualangan (Jeep Gunung Batur dan snorkling di Nusa Penida).
Selain itu, hospitality atau keramahtamahan masyarakat Bali yang tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional. Ada pula faktor reputasi positif Bali yang dinilai konsisten meski sempat diterpa isu kemacetan, lingkungan, dan bencana alam. Volume ulasan positif wisatawan tetap sangat tinggi.
Peringkat pertama pada The Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination List 2026 merupakan posisi tertinggi yang pernah diraih Bali dalam sejarah penilaian TripAdvisor. Sebelumnya, Bali konsisten masuk dalam jajaran Top 10, tetapi belum pernah menempati peringkat pertama.
Penghargaan ini disusun berdasarkan ulasan dan penilaian wisatawan global terhadap destinasi terbaik dunia sepanjang 2025. Dalam daftar tersebut, Bali berhasil mengungguli berbagai destinasi ikonik dunia seperti London (pemenang 2024), Dubai, Hanoi, Paris, dan Roma.
Selain dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia, Bali juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi lainnya, yakni peringkat pertama Destinasi Bulan Madu Terbaik (Honeymoon Destination), Top 10 Destinasi Budaya Terbaik (Cultural Destination), Top 10 Destinasi Wisata Solo Terbaik (Solo Travel Destination), serta Top 20 Kota Paling Tren di Dunia (Trending Cities).
Pelaku pariwisata Bali yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, pihaknya bersyukur Bali masih diakui oleh dunia, bahkan mampu mengalahkan destinasi terbaik di kancah internasional.
“Ini sungguh prestasi yang luar biasa. Ini merupakan surprised (kejutan) bagi kita karena selama ini ‘dibombardir’ berbagai isu negatif seperti kemacetan, infrastruktur, sampah dan lingkungan, banjir, hingga masalah keamanan,” ujar Rai Suryawijaya, Sabtu (17/1/2026).
Namun, Rai Suryawijaya mengingatkan bahwa dalam menyikapi prestasi internasional itu, Bali tidak boleh terlena, apalagi menjadi jumawa (sombong). Sebaliknya, Bali butuh langkah nyata untuk memperbaiki berbagai persoalan yang menjadi tantangan saat ini seperti masalah sampah, lingkungan, kemacetan, hingga keamanan.
Alasannya, wisatawan yang datang ke Bali pasti ingin menikmati Pulau Dewata yang benar-benar bersih, aman, lestari, dan indah (BALI). Apalagi, Bali sudah dikenal luas sebagai destinasi yang memiliki pesona dengan perpaduan sempurna berupa keindahan alam, keberagaman budaya, petualangan yang menantang, serta keramahtamahan masyarakatnya.
Menurut dia, untuk menjaga keberlangsungan daya tarik pariwisata Bali bukan perkara mudah di tengah zaman yang terus berubah dan tingginya pengaruh budaya modern. Oleh karena itu, menjaga Bali bukan hanya menjadi tanggungjawab pelaku wisata dan masyarakat lokal, melainkan juga tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
“Bahkan wisatawan yang berwisata juga memiliki andil besar menjaga keberlanjutan pariwisata Bali. Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung ke Bali juga harus dikelola dengan baik,” kata Rai Suryawijaya.
Sejumlah aturan tentang pariwisata Bali harus benar-benar diimplementasikan dengan baik, seperti penapisan dasar untuk wisatawan mancanegara. Mereka harus memiliki pemesanan akomodasi yang jelas, punya asuransi perjalanan, hingga uang jaminan.
Rai menambahkan, situasi geopolitik dunia masih memanas karena perang masih bergejolak dimana-mana, seperti Rusia dengan Ukraina, Palestina dengan Israel, konflik di Iran, serta perang dagang Amerika Serikat dengan China. Situasi itu harus diwaspadai dari berbagai sisi karena bisa berdampak pada pariwisata Bali.
“Apalagi, Bali tidak memiliki sumber daya alam selain pariwisata sehingga ketergantungan ekonomi pada sektor ini sangat tinggi. Bali tidak punya tambang minyak, batubara, maupun emas. Bahkan hasil hutan juga tidak punya,” ujar Rai.
Pelaku pariwisata berharap penghargaan di tingkat dunia akan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke Bali. Namun, mereka tetap realistis mengingat situasi geopolitik dunia tidak baik-baik saja dan kondisi ekonomi dalam negeri juga belum sepenuhnya pulih di tahun 2026.
Kunjungan wisatawan internasional ke Bali sepanjang 2025 mencapai 7,05 juta atau meningkat 11 persen dibandingkan kunjungan sepanjang tahun 2024 yang mencapai 6,3 juta wisman. Namun, bicara tentang persaingan bisnis pariwisata, peningkatan kunjungan wisman ini harus dicermati dari berbagai sisi, seperti peningkatan akomodasi seiring bertambahnya pembangunan vila, kondotel, hotel, dan penginapan.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi kepercayaan dan penilaian positif wisatawan internasional terhadap Bali. Menurut dia, hal itu menunjukkan Bali masih menjadi magnet wisata dunia.
“Terima kasih atas ulasan dan rating yang diberikan kepada Bali melalui TripAdvisor. Terpilihnya Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia versi Tripadvisor menunjukkan bahwa Bali masih jadi magnet pariwisata dunia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Pencapaian ini diharapkan menjadi pemicu bagi peningkatan kualitas layanan dan penguatan prinsip pariwisata berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan berkualitas di masa mendatang.
“Ke depan, kami ingin memastikan Bali terus tumbuh sebagai destinasi pariwisata berkualitas, yang memberi manfaat bagi masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, dan menginspirasi dunia,” kata Widiyanti.
Bali dikenal sebagai destinasi unggulan berkat keberagaman yang dimilikinya. Keindahan alam berpadu dengan kekayaan budaya lokal, seni, tradisi, dan upacara keagamaan yang terus dilestarikan oleh masyarakatnya.
Pengalaman yang ditawarkan Bali tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan kedalaman makna bagi setiap pengunjung. Harmoni antara alam dan budaya inilah yang menjadikan Bali sebagai tujuan yang selalu dirindukan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.




