Profil Rylan Henry Pribadi, Cucu Konglomerat yang Belajar Ski dari Usia 3 Tahun dan Pecinta Klub Bola Chelsea

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Kepergian mendadak Rylan Henry Pribadi, cucu pengusaha Henry Pribadi menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Remaja berbakat ini merupakan bagian dari keluarga besar Pribadi, salah satu keluarga pengusaha paling berpengaruh di Indonesia.

Meski lahir di tengah kemewahan, Rylan dikenal sebagai sosok yang mandiri, berprestasi, dan memiliki kepribadian yang sangat bersahaja. Berikut adalah profil lengkap perjalanan hidup Rylan Henry Pribadi yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Profil dan Biodata

Rylan Henry Pribadi lahir pada tanggal 22 Februari 2008. Ia merupakan putra dari pasangan pengusaha Reza Pribadi dan Jacqueline Anne Pitch Pribadi alias Jacky Pribadi. Garis keturunannya bermuara pada sang kakek, Henry Pribadi, konglomerat senior pendiri Napan Group.

Keluarga Pribadi dikenal melalui imperium bisnis yang menggurita di bidang kimia, plastik, properti, otomotif, hingga perhotelan. Tumbuh besar di lingkungan keluarga pengusaha sukses, Rylan dididik untuk menghargai kerja keras dan integritas sejak dini. Sayangnya, perjalanan hidupnya terhenti di usia 17 tahun pada 7 Januari 2026 akibat kecelakaan olahraga di Jepang.

2. Hidup Mandiri di Sekolah Luar Negeri

Rylan diketahui tengah menempuh pendidikan di Brisbane Grammar School (BGS), Australia. BGS merupakan salah satu sekolah menengah independen tertua dan paling bergengsi di Queensland, Australia, yang dikenal memiliki standar akademik sangat tinggi serta fasilitas olahraga yang mumpuni.

Selama bersekolah di luar negeri, Rylan jauh dari fasilitas mewah keluarganya di Jakarta. Ia hidup mandiri di asrama sekolah. Di sana, ia tidak hanya menonjol secara akademik, tetapi juga dikenal sebagai "Big Brother" bagi teman-temannya. Ia sering membantu teman-teman yang kesulitan belajar dan menjadi sosok yang selalu merangkul siswa yang merasa kesepian.

3. Pecinta Olahraga Ski

Ski bukan sekadar hobi bagi Rylan, melainkan gairah hidup. Sang ayah, Reza Pribadi, dalam pidato penghormatan terakhirnya menceritakan betapa cintanya Rylan pada olahraga salju ini.

"Rylan adalah pemain ski tingkat lanjut (advanced). Dia belajar ski sejak usia 3 tahun. Ski adalah apa yang dia tonton di YouTube, apa yang dia unggah ulang di TikTok," kenang Reza.

 

Kecintaan ini begitu besar hingga Rylan sempat bercita-cita melanjutkan kuliah ke Jenewa, Swiss, agar bisa lebih dekat dengan lereng-lereng ski terbaik di dunia. Meski mengalami kecelakaan saat bermain ski di Jepang, keluarga merasa terhibur mengetahui Rylan pergi saat melakukan hal yang paling ia cintai di dunia.

4. Penggemar Club Sepak Bola Chelsea

Selain ski, sepak bola adalah bagian tak terpisahkan dari hidup Rylan. Ia merupakan pendukung setia klub Liga Inggris, Chelsea FC. Hal ini terlihat jelas dalam prosesi pemakamannya yang mengharukan.

Berdasarkan video pemakaman yang diunggah akun @apaajaboleh2012, sebelum liang lahat ditutup, sebuah bendera biru besar berlambangkan Chelsea FC dibentangkan di atas peti jenazahnya. Tak hanya itu, sebuah boneka maskot Chelsea juga diletakkan di atas peti sebagai simbol kegemaran setianya terhadap klub berjuluk The Blues tersebut.

Sang ayah juga mengenang momen "Father-Son Trip" terakhir mereka ke Eropa, di mana salah satu agendanya adalah menonton pertandingan Chelsea di London.

5. Sosok yang Sederhana

Salah satu sisi paling inspiratif dari Rylan adalah kesederhanaannya yang kontras dengan latar belakang keluarganya sebagai cucu konglomerat. Sang ibu, Jackie Pribadi, menceritakan bahwa Rylan sangat menghargai nilai uang dan barang-barang miliknya.

Rylan bukan tipe remaja yang gemar memamerkan barang mewah. Ia dikenal akan mengenakan sepatu bola atau sandalnya hingga benar-benar rusak. Bahkan, ada momen di mana ia memilih untuk melakban sepatu bolanya agar tetap bisa dipakai bertanding daripada meminta yang baru.

Selamat jalan, Rylan Henry Pribadi. Sosokmu yang humble dan berprestasi akan selalu dikenang oleh keluarga, sahabat, dan sekolah tercinta.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
8 Rumah di Probolinggo Rusak Usai Diterjang Puting Beliung
• 17 jam laludetik.com
thumb
Cucu Keluarga Konglomerat Henry Pribadi Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Ski di Jepang
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Buka Suara soal Loss Contact Pesawat ATR 42-500 PK-THT
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Soroti Kasus Lansia yang Tewas Dianiaya Pemuda Mabuk di Bandung, Dedi Mulyadi Turut Berduka dan Beri Rp 50 Juta
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Tradisi Labuhan Sarangan 2026 Diangkat Jadi Warisan Budaya Takbenda, Dorong Wisata Magetan Meningkat
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.