PGA Institut Pertanian Bogor kembali bantu pengungsi di Aceh Tamiang

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Banda Aceh (ANTARA) - Relawan Persatuan Golf Alumni Institut Pertanian Bogor (PGA IPB) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan siap saji untuk warga terdampak banjir yang masih mengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Bansos kali ini agak beda, kita khusus masak Mi Aceh, lalu kita bagi-bagikan kepada warga. Tidak hanya warga pengungsi sekitar sini, tapi pengendara dan becak motor yang singgah juga kita bagi," kata Relawan PGA IPB, Muhammad Irwan, di Aceh Tamiang, Sabtu.

Dia mengatakan, Mi Aceh yang dimasak sebanyak 100 kilogram untuk 500 porsi, dan dimasak langsung di Posko Peduli Bencana PGA IPB di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru. Menjelang siang warga sudah ramai berdatangan sambil membawa wadah.

"Mi Aceh sengaja kita disajikan untuk menu makan siang," ujarnya.

Irwan menyampaikan, kegiatan ini menjadi istimewa karena melibatkan chef Imran, ahli kuliner dari salah satu kafe terkenal di kawasan Karang Baru. Sejak pagi, chef Imran meracik bumbu rempah khas Aceh dalam porsi besar untuk memastikan para penyintas mendapatkan hidangan lezat.

Baca juga: KSP: Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang bersih dari kayu banjir

​"Ini bansos Mi Aceh tahap pertama. Kami ingin warga pengungsi merasa terhibur dengan makanan khas Aceh di tengah situasi sulit ini," katanya.

​Lebih lanjut, Irwan menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini tidak akan berhenti di satu lokasi saja. Program masak 100 kilogram Mi Aceh direncanakan menjadi agenda bulanan yang menyisir berbagai titik pengungsian lainnya di Aceh Tamiang.

​"Rencananya, program masak 100 kg Mi Aceh ini akan kami sajikan kembali di titik-titik pengungsi lain yang belum terjangkau. Kami ingin semangat kebersamaan ini dirasakan secara merata oleh saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang," ujarnya.

Ia menuturkan, kehadiran chef Imran di dapur posko memberikan warna tersendiri di posko bencana PGA IPB. Warga terlihat antusias menyaksikan proses memasak Mi Aceh dengan dua kuali besar bahkan rela antre untuk mendapatkan sebungkus Mi Aceh.

Baca juga: Korban banjir di pedalaman Pidie Jaya butuh kepastian hunian

"Kami sengaja menyewa chef profesional dari kafe terkenal, supaya cita rasa Mi Aceh tetap terjaga. Tadi proses masaknya hingga empat tahap, mi belum matang warga sudah banyak yang antre," katanya.

​Irwan menambahkan, posko bencana PGA IPB di Aceh Tamiang akan terus berupaya menggalang dukungan dan mendistribusikan bantuan secara taktis.

"Melalui program makan bersama ini, diharapkan kesehatan fisik dan psikologis khususnya para korban banjir dapat tetap terjaga selama masa darurat dan pemulihan," demikian M Irwan.

Salah seorang pengungsi, Nek Ipah (54), warga Kampung Kesehatan yang sengaja datang bersama anak dan lima orang cucunya mengaku sangat terbantu dan senang dengan adanya program makan bersama dari relawan PGA IPB tersebut.

​"Rasa mi-nya enak sekali, bumbunya terasa. Anak-anak dan cucu saya juga selera. Di tengah kondisi seperti ini, bantuan makanan hangat seperti Mi Aceh langka dan menghibur kami juga," ujar Nek Ipah.

Baca juga: Delapan jembatan bailey dibangun di Aceh Timur pascbanjir


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Tertekan, Pemerintahan Pramono Anung Diminta Mitigasi Dampak Banjir
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
Banjir Kudus: Terminal Induk Jati Lumpuh Total dengan Genangan hingga 50 Sentimeter
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Preview Derby Manchester 2026: Mengadu DNA Treble 1999 vs Dominasi Taktis 2023
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Penyebab Meninggalnya Rylan Henry Pribadi Saat Meluncur di Lintasan Ski, Cucu Konglomerat Henry Pribadi Alami Ini
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Sopir Ojol Tewas Usai Hantam Pembatas Flyover Pancoran Jaksel
• 44 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.