FAJAR, MAKASSAR — Putaran pertama Super League 2025/2026 menjadi fase evaluasi serius bagi PSM Makassar. Hasil yang jauh dari ekspektasi membuat pelatih kepala Tomas Trucha menatap paruh kedua musim dengan tekad melakukan perubahan.
Pelatih asal Republik Ceko itu optimistis PSM bisa bangkit setelah jeda kompetisi. Menurutnya, masa rehat paruh musim memberi ruang pemulihan sekaligus momentum untuk membenahi fondasi tim.
“Saya percaya kami punya waktu untuk pemulihan dan memulai dengan kuat di putaran kedua,” ujar Tomas Trucha dalam sesi konferensi pers, Jumat (9/1/2026).
Optimisme tersebut hadir di tengah performa PSM yang belum stabil sepanjang putaran pertama. Juku Eja hanya mampu bertengger di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan catatan empat kemenangan, tujuh hasil imbang, dan enam kekalahan.
Situasi kian berat karena PSM menutup paruh musim dengan tren negatif. Empat kekalahan beruntun menjadi alarm keras bahwa ada persoalan mendasar yang harus segera dibenahi.
Rangkaian hasil buruk itu dimulai dari kekalahan 0-1 saat menjamu Malut United pada 21 Desember 2025. Tren negatif berlanjut saat PSM takluk 0-1 di kandang Persib Bandung pada 27 Desember 2025, lalu kembali gagal meraih poin setelah kalah 1-2 dari Borneo FC Samarinda pada 3 Januari 2026.
Tak hanya soal hasil akhir, performa di lapangan juga menunjukkan ketimpangan antarlini. Produktivitas serangan belum konsisten, sementara lini belakang kerap kehilangan fokus pada momen-momen krusial.
Di tengah kondisi tersebut, PSM Makassar masih dibayangi sanksi FIFA yang membatasi aktivitas transfer pemain. Situasi ini membuat ruang gerak manajemen menjadi sempit, terutama untuk mendaftarkan pemain baru secara resmi.
Meski demikian, Tomas Trucha menegaskan kepercayaannya terhadap skuad yang dimiliki saat ini. Ia menilai persoalan utama bukan terletak pada jumlah pemain, melainkan pada keseimbangan tim dan efektivitas permainan.
“Saya senang dengan skuad yang kami miliki sekarang. Yang ingin kami lakukan adalah mencoba menyeimbangkan tim,” kata Trucha.
Namun di balik pernyataan tersebut, tersirat bahwa PSM tak sepenuhnya pasif di bursa transfer. Trucha secara terbuka mengakui kebutuhan akan tambahan tenaga asing guna meningkatkan kualitas dan daya saing tim.
Pelatih berusia 44 tahun itu memastikan rencana mendatangkan pemain asing sudah masuk agenda. Bahkan, melalui jalur agen, PSM disebut telah mengantongi sejumlah nama potensial, meski realisasinya masih menunggu penyelesaian sanksi FIFA.
“Kami tentu ingin menambah pemain asing. Itu bagian dari rencana kami ke depan,” tegasnya.
Pernyataan Trucha memperkuat indikasi bahwa manajemen PSM Makassar tengah bergerak senyap. Penjajakan dan komunikasi awal dengan calon pemain asing terus dilakukan sembari menanti lampu hijau dari otoritas sepak bola internasional.
Bagi PSM, paruh kedua musim bukan sekadar lanjutan kompetisi. Ini menjadi ujian arah kebijakan klub di tengah keterbatasan regulasi dan tekanan hasil. Apakah manuver Trucha dan manajemen mampu mengubah arah musim, atau justru membuat Juku Eja kembali tertinggal, akan terjawab di putaran kedua Super League 2025/2026.




