jpnn.com, BANDA ACEH - Sebanyak delapan jembatan bailey dibangun di Kabupaten Aceh Timur guna mempercepat pemulihan infrastruktur pascabanjir.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Sabtu, mengatakan pembangunan jembatan sementara itu untuk membuka kembali konektivitas wilayah pascabencana akhir November 2025.
BACA JUGA: Menkeu Purbaya Desak BNPB Segera Ajukan Anggaran Pemulihan Bencana Aceh-Sumatra
"Bencana banjir membuat banyak jembatan putus. Pembangunan jembatan bailey untuk membuka kembali konektivitas wilayah pascabanjir," katanya.
Bupati menyebutkan jembatan bailey pertama yang rampung ada di Desa Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam. Jembatan tersebut sudah difungsikan melayani akses masyarakat.
BACA JUGA: Tahun Baru di Lokasi Bencana Aceh Tamiang dan Tapsel, Prabowo: Ini Kewajiban Pemimpin
"Dengan berfungsinya jembatan di Baroh Bugeng, konektivitas antardesa di Kecamatan Nurussalam mulai kembali normal. Ini tentu berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat," katanya.
Selain di Baroh Bugeng, Iskandar Usman menyebutkan jembatan bailey juga dibangun di Desa Seuneubok Rambong, Kecamatan Nurussalam. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat, sehingga aktivitas warga kembali lancar.
BACA JUGA: Seperti Ini Rumah Hunian Danantara Buat Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang, Ada Video
Sedangkan enam jembatan lainnya juga segera dibangun. Saat ini, proses pembangunnya masih berada dalam tahap survei, khususnya terkait kondisi tanah di lokasi.
"Survei ini untuk memastikan jenis jembatan yang paling tepat dan aman digunakan di masing-masing titik. Apabila hasil survei menunjukkan lokasi tidak memungkinkan dibangun jembatan bailey, maka digunakan alternatif jembatan Aramco," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.
Bupati menambahkan seluruh proses pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dampak bencana. Biaya pembangunan jembatan darurat ini bersumber dari Kementerian Pertahanan.
Iskandar Usman mengharapkan dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut, akses masyarakat menuju pusat pemerintahan, layanan publik, serta pusat-pusat perekonomian dapat kembali terbuka.
"Percepatan pembangunan jembatan diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. Dengan akses yang lancar, distribusi orang dan barang akan lebih mudah, sehingga aktivitas ekonomi warga bisa pulih secara bertahap," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan ada sebanyak 174 unit jembatan yang rusak akibat banjir
"Kerusakan bervariasi, mulai ringan hingga berat, sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat. Sebagai langkah darurat, delapan jembatan bailey dibangun untuk membantu mobilitas masyarakat di titik-titik terdampak," katanya.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


:strip_icc()/kly-media-production/medias/2875201/original/066634400_1565157463-20190807-Kakbah-6.jpg)
