JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya siklon tropis NOKAEN di sekitar Laut Filipina sebelah timur Manila yang dapat menyebabkan gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia, berdasarkan update pada 17 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.
Informasi ini disampaikan melalui posting akun Instagram BMKG, @infobmkg, pada Sabtu (17/1/2026).
"Siklon tropis NOKAEN telah tumbuh dari bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, saat ini berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta, sekitar Laut Filipina sebelah timur Manila," kata BMKG dalam caption unggahan tersebut.
BMKG mengungkap kecepatan angin maksimum siklon tropis tersebut dalam 24 jam ke depan persisten pada kategori 1.
Menurut penjelasan BMKG, siklon tropis tersebut bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 18-19 Januari 2026: Bekasi, Depok, Pandeglang hingga Makassar Siaga Hujan Lebat
BMKG mengungkap adanya siklon tropis tersebut dapat berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga 18 Januari 2026 pukul 19.00 WIB. Salah satu dampak tidak langsungnya adalah gelombang laut tinggi.
BMKG merinci dua wilayah perairan berikut perlu mewaspadai dampak tidak langsung dari siklon tropis NOKAEN, berupa potensi gelombang laut tinggi 1,25–2,5 m (moderate sea):
- Perairan Sangihe-Talaud
- Samudra Pasifik utara Maluku
Terhadap potensi gelombang tinggi tersebut, BMKG menyampaikan imbauan kepada masyarakat di wilayah yang diperkirakan terdampak.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," kata BMKG.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- siklon tropis
- siklon
- bmkg
- siklon tropis nokaen
- gelombang tinggi
- potensi gelombang tinggi




