Enam mahasiswa yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot dievakuasi dari lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Mereka menumpang pesawat Hercules dari Bandar Udara Rembele Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah ke Lanud Soewondo di Medan, Selasa (2/12).
Sekitar 80 warga yang terdampak bencana ikut dalam penerbangan tersebut. 6 di antaranya adalah para mahasiswa Tim Ekspedisi Patriot yang berasal dari kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Indonesia (UI).
Tim Ekspedisi Patriot merupakan inisiatif strategis Kementerian Transmigrasi dalam membangun ekosistem kawasan transmigrasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Dua di antara mahasiswa itu adalah M. Adib Adyatma dari Universitas Padjadjaran dan Benraihan Nasrullah dari Universitas Indonesia.
"Lokus kami ini banyaknya (bencana) tanah longsor di titik vital, kayak jembatan penghubung putus," kata Adib ditemui kumparan di Lanud Soewondo.
"Jadi daerah kami terisolir, sampai sekarang terisolir," ucap Nasrullah di tempat yang sama.
Menurut mereka, ada 16 mahasiswa yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot dan bertugas di Bener Meriah sejak September 2025 kemarin. Saat bencana datang, tim juga terdampak.
Total, sudah enam anggota dievakuasi. Sisanya 10 orang masih berada di lokasi bencana.
"Dari Rabu kemaren itu dari Bener Meriah ke Bireuen itu terputus aksesnya," katanya.
Selama berada di sana, mereka juga sempat mengevakuasi warga yang terjebak banjir dan longsor.
"(Tim membantu) evakuasi 15 orang, saya dengar kabarnya itu berasal dari Medan, jadi mereka sedang merantau di sana, terjebak satu dan dua hari, dievakuasi ke pendopo Bupati," kata Adib.
4 Daerah di Aceh Masih TerisolasiJuru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Aceh, Murthalamuddin, dalam konferensi pers di Media Center Posko, Selasa (2/12), mengatakan masih ada 4 daerah di Aceh yang terisolasi.
“Daerah yang masih terisolir seperti Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues,” ujarnya.
Berdasarkan data Posko per 1 Desember 2025 pukul 19.29 WIB, tercatat dari 18 kab/kota yang terdampak sebanyak 302 titik jalan dan 152 jembatan terputus.
Kerusakan ini terjadi di berbagai kabupaten/kota terdampak. Dua wilayah terdampak paling parah adalah Bener Meriah dan Aceh Tengah. Berikut datanya:
Bener Meriah: 21 jalan rusak, 45 jembatan putus
Aceh Tengah: 22 jalan rusak, 48 jembatan terdampak.
“Skala kerusakannya luas, sehingga mobilitas alat berat dan bantuan sangat terhambat,” kata Murthalamuddin.



