Bursa Asia Menguat, Efek Redanya Ketegangan Tarif Soal Greenland

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan di Kamis (22/1). Kenaikan dipicu meredanya ketegangan geopolitik setelah menyusul pengumuman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dilansir Jumat (23/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Jepang menjadi sorotan dalam perdagangan kali ini:

  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,17% ke 26.629,96
  • CSI 300 (China): Naik 0,01% ke 4.723,71
  • Shanghai Composite (China): Naik 0,14% ke 4.122,58
  • Nikkei 225 (Jepang): Naik 1,73% ke 53.688,89
  • Topix (Jepang): Naik 0,74% ke 3.616,38
  • Kospi (Korea Selatan): Naik 0,87% ke 4.952,53
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 2,00% ke 970,35

Trump mengatakan pemerintahannya tidak akan melanjutkan rencana tarif dan telah mencapai kerangka kesepakatan mengenai Greenland. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap eskalasi perang dagang dengan Eropa.

Optimisme terkait deeskalasi potensi perang dagang turut menutupi kekhawatiran pasar terhadap memburuknya kondisi fiskal dari Jepang.

Di Jepang, pasar saham melonjak dipimpin saham teknologi seperti SoftBank Group Corp dan Advantest Corp.

Imbal hasil obligasi pemerintah juga turun setelah aksi jual berkepanjangan sebelumnya mendorong yield ke level tertinggi dalam beberapa dekade.

Fokus investor kini tertuju pada pertemuan dua hari Bank of Japan. Bank sentral itu diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Jumat. Meski Bank of Japan menaikkan suku bunga pada bulan lalu, analis menilai bank sentral akan menahan kebijakan hingga setidaknya pertengahan 2026.

Data terpisah menunjukkan neraca perdagangan menyusut secara tak terduga pada Desember. Hal itu akibat melemahnya ekspor ke Amerika Serikat. Namun, impor justru meningkat, mengindikasikan adanya pemulihan permintaan domestik.

Di Korea Selatan, pasar saham menguat didorong kenaikan saham produsen chip dan otomotif, seiring meningkatnya minat investor terhadap potensi kecerdasan buatan dan robotika. SK Hynix Inc dan Samsung Electronics Co Ltd melonjak setelah muncul laporan rencana pengurangan produksi chip memori guna menopang harga dan margin, di tengah kuatnya permintaan berbasis akal imitasi.

Sentimen positif terhadap saham teknologi dan akal imitasi juga diperkuat oleh pernyataan CEO Nvidia, Jensen Huang. Ia menyebut pengembangan akal imitasi akan mendorong pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia.

Baca Juga: Investor Asing Masuk, Disebut Kuasai 8,5% Saham NANO

Kenaikan saham chip dan otomotif membantu investor mengabaikan data produk domestik bruto  kuartal keempat yang lebih lemah dari perkiraan. Analis memproyeksikan pemulihan ekonomi sepanjang tahun ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPBD Catat 1 RT dan 8 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir, Berikut Lokasinya
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Presiden Prabowo Akan Sampaikan Gagasan "Prabowonomics" dalam WEF Davos
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Polda Riau Tangkap 9 Orang Terkait Pengrusakan Taman Nasional Tesso Nilo
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iman Zanatul Haeri Ungkap Alasan Mayoritas Guru Diangkat PPPK Paruh Waktu dengan Gaji Hanya Rp139 Ribu: untuk MBG!
• 11 jam lalufajar.co.id
thumb
Mengapa Trump Melunak? Kini Bilang AS Siap Bernegosiasi dengan Iran
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.