Pantau - Putri Kusuma Wardani menjadikan kekalahannya di babak perempat final India Open 2026 sebagai bahan evaluasi penting menjelang turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 yang akan digelar pekan depan di Jakarta.
Kalah dari Unggulan Pertama, Putri Akui Banyak KesalahanPada pertandingan yang berlangsung Jumat (16/1) di New Delhi, Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan pemain unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young, dengan skor 16-21 dan 8-21 dalam dua gim langsung.
"Hari ini bukan penampilan terbaik saya, banyak sekali melakukan kesalahan sendiri," ungkap Putri, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Atlet berusia 23 tahun itu mengakui bahwa meskipun sudah berusaha tampil lepas sejak awal pertandingan, performanya belum optimal.
Putri juga mengungkapkan bahwa lawannya tampil cerdas dalam mengatur ritme permainan dan memanfaatkan setiap kesempatan dengan baik.
"Dari awal saya ingin bermain nothing to lose," katanya.
"Di luar itu, An Se Young bermain sangat baik. Tidak terlalu menekan tapi sangat efektif. Di gim kedua dia mempercepat tempo yang menyulitkan saya," ia menambahkan.
Fokus ke Indonesia Masters, Putri Siap Tampil MaksimalMeski tersingkir dari turnamen BWF Super 750 ini, Putri menyatakan tekadnya untuk bangkit dan memperbaiki penampilan di turnamen selanjutnya.
Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari mendatang.
"Minggu depan di Daihatsu Indonesia Masters, semoga saya bisa mendapat hasil yang lebih baik. Saya akan bertekad mengeluarkan semua kemampuan di depan publik Istora," ujar Putri.
Dengan tersingkirnya Putri, harapan Indonesia di India Open 2026 kini bertumpu pada Jonatan Christie dari sektor tunggal putra yang berhasil melaju ke babak semifinal.




