Saldo Rekening Ludes Cuma Hitungan Menit, Hati-hati Notifikasi di HP

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/7 Aplikasi Jahat Ini Bikin Masalah di HP/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Peningkatan aksi kriminal melalui penipuan online dengan modus 'SMS Blaster' makin marak terjadi dan sudah diperingatkan oleh lembaga penegak hukum di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.

SMS Blaster adalah sebuah perangkat portabel yang dapat digunakan untuk mengirim ribuan SMS palsu dan mengelabui sistem keamanan jaringan.


Ancaman ini kian menjamur. Salah satu korban dilaporkan kehilangan 2.000 poundsterling (Rp45 jutaan) dalam hitungan menit, dikutip dari TechRadar, Sabtu (17/1/2026).

Perangkat SMS Blaster atau diistilahkan 'Menara Telepon' ini dulunya sangat mahal, tetapi sekarang bisa dibeli seharga laptop di situs-situs gelap (dark web). Ukurannya juga bisa masuk ke backpack.

Modus penipuan ini tak cuma menyasar masyarakat umum, tetapi juga karyawan dan jaringan perusahaan. Penipu bisa memancing karyawan untuk menyerahkan password dan kredensial keamanan untuk membobol sistem perusahaan.

Aliansi Anti Penipuan Global melaporkan para penipu sudah mencuri uang senilai US$442 miliar (Rp7.480 triliun) sepanjang tahun lalu. Penipuan lewat SMS (smishing) menduduki peringkat kedua yang paling banyak digencarkan, di bawah penipuan lewat email.

Meski interaksi sehari-hari sudah banyak dilakukan melalui aplikasi pesan singkat, tetapi SMS masih krusial untuk melakukan proses verifikasi, seperti pengiriman password sekali (one-time password) atau otentikasi dua-faktor (two-factor authentication).

Pilihan Redaksi
  • 40 Negara Dirampok Rp 33 Triliun, Uangnya Buat Beli Senjata Nuklir
  • Korban Pinjol DSI Rugi Hingga Rp2,4 Triliun dan Masih Bisa Bertambah

Perlindungan untuk menghindari modus smishing perlu menyeimbangkan penggunaan dan kontrol. Beberapa operator di Asia Pasifik memblokir link di dalam SMS. Hal ini memang bisa mereduksi upaya smishing, tetapi juga menghambat proses komunikasi.

Di Inggris, Ofcom baru-baru ini mengusulkan aturan baru yang mewajibkan jaringan seluler lebih proaktif memblokir SMS berbau penipuan, untuk melindungi konsumen dan bisnis.

Usulan tersebut mencakup langkah-langkah seperti memblokir nama pengirim palsu, menetapkan batasan volume pada kartu SIM prabayar, dan melakukan uji tuntas pada pengirim pesan bisnis. Namun, perlindungan ini akan memiliki dampak yang lebih terbatas pada pesan yang berasal dari pengirim SMS massal.

Perlindungan juga datang dari evolusi jaringan seperti Rich Communication Services (RCS) yang memperkenalkan enkripsi dan otentikasi lebih kuat, sehingga menghindari risiko SMS palsu.

Penghentian penggunaan jaringan 2G dan 3G yang sedang berlangsung juga menyederhanakan pertahanan dan membatasi peluang serangan dari sisi radio. Sementara itu, industri harus bekerja sama erat dengan pemerintah dan penegak hukum untuk memberantas pelaku SMS Blasting.

Bagi masyarakat, perlu berhati-hati ketika mendapat SMS dari nomor tak dikenal, apalagi jika meminta memasukkan kredensial atau mengklik link tertentu. Semoga informasi ini membantu!


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Langkah Serius Komdigi Dorong Inovasi & Mitigasi Risiko Era AI

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Kim Seon Ho dan Go Yoon Jung Memaknai Bahasa Cinta dalam Drama Terbaru
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero Keluhkan Mahal Harga Bahan Pokok
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
4 Alasan Kenapa Jeruk Mandarin Selalu Disajikan Saat Imlek, Benarkah Bisa Membawa Hoki?
• 15 jam lalugrid.id
thumb
5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Musik Rock
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Jadi Pasangan dalam Drama Can This Love Be Translated
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.