Melihat Lagi Giant Sea Wall, Cara Prabowo Selamatkan Warga Pesisir

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Gagasan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa kembali menguat seiring konsistensi Presiden Prabowo Subianto menyuarakan proyek ini sebagai solusi jangka panjang untuk melindungi warga pesisir dari ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, dan dampak perubahan iklim. Komitmen tersebut disampaikan Prabowo secara berulang dari waktu ke waktu, bahkan sebelum ia resmi menjabat sebagai presiden.

Pada 10 Januari 2024, saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menyinggung urgensi pembangunan Giant Sea Wall dalam Seminar Nasional yang digelar Kemenko Perekonomian bersama Universitas Pertahanan RI. Ia menyoroti kondisi warga pesisir utara Jawa yang terus tertekan akibat naiknya air laut.

“Kualitas hidup sebagian rakyat kita di pesisir itu mengenaskan. Fenomena naiknya air laut ini nyata dan kita tidak bisa menunggu lagi,” kata Prabowo, saat menjadi keynote speaker, sebagaimana video yang dirilis Bakom RI, dikutip pada Sabtu (17/1).

Memasuki masa awal pemerintahannya, Prabowo kembali menegaskan bahwa Giant Sea Wall bukan sekadar wacana lama. Pada 27 Februari 2025, ia menyatakan proyek tanggul laut tetap menjadi prioritas strategis pemerintah dan harus dipersiapkan secara matang karena menyangkut keselamatan jutaan penduduk.

“Ini bukan proyek kecil dan bukan proyek satu dua tahun. Tapi kalau tidak kita mulai sekarang, risikonya akan jauh lebih besar di masa depan,” ujar Prabowo.

Penegasan paling kuat disampaikan Prabowo pada 12 Juni 2025 dalam International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta. Dalam forum internasional tersebut, ia menyebut Giant Sea Wall sebagai megaproyek vital yang telah direncanakan sejak 1995, namun selalu tertunda.

Giant Sea Wall ini proyek yang sangat vital. Megaproyek ini harus kita laksanakan. Perjalanan seribu kilometer dimulai dengan satu langkah, dan langkah itu harus kita ambil sekarang,” tegas Prabowo.

Ia menjelaskan, tanggul laut raksasa direncanakan membentang sekitar 500-700 km di Pantai Utara Jawa dari Banten hingga ke Gresik, Jawa Timur. Pembangunannya secara bertahap dalam jangka panjang antara 15-20 tahun demi melindungi kawasan industri, permukiman, dan pusat ekonomi nasional.

Pada saat yang sama, Prabowo juga melontarkan proyek tersebut membutuhkan dana sekitar US$ 8 miliar. Maka dari itu, ia mengatakan terbuka dengan kerja sama internasional.

"Kita terbuka dengan perusahaan dari Tiongkok, Jepang, Korea, Timur Tengah, juga Eropa. Tapi kita tidak tunggu, kita akan gunakan kekuatan kita sendiri," ujarnya.

Komitmen soal Giant Sea Wall kembali ditegaskan pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan satu tahun kepemimpinannya sebagai presiden.

“Kita sudah mulai persiapan membangun ratusan kilometer tanggul laut untuk menyelamatkan sekitar 50 juta penduduk di pesisir utara Jawa,” kata Prabowo, 20 Oktober 2025.

Rangkaian pernyataan tersebut menunjukkan Giant Sea Wall diposisikan Prabowo sebagai proyek strategis jangka panjang, bukan kebijakan sesaat. Pemerintah berharap proyek ini menjadi benteng perlindungan bagi warga pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan ekonomi vital di Pulau Jawa di tengah ancaman perubahan iklim yang kian nyata.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Peringatkan Maskapai Penerbangan dengan Potensi Operasi Militer di Meksiko, Kolombia, dan Wilayah Lainnya
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
President University Luncurkan ICPI–PU, Ada Beasiswa dan Jalur Karier
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Banting Harga, Sepeda Listrik Cuma Rp3 Jutaan di Transmart
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Sebar 2,4 Ton Garam untuk Halau Hujan Jakarta
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Waspada Gempa Megathrust Hantam RI, Cek 14 Zona Merah Terbaru
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.