Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Sebar 2,4 Ton Garam untuk Halau Hujan Jakarta

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 17 Januari 2026 menggunakan 2.400 kg garam.
  • Operasi ini menargetkan awan hujan di perairan utara Jawa guna menekan risiko banjir di daratan Jakarta.
  • Pelaksanaan OMC adalah kolaborasi BPBD, BMKG, dan TNI AU, dikendalikan dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melanjutkan misi khusus Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menghalau potensi bencana hidrometeorologi di ibu kota.

Pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (17/1/2026), armada pesawat dikerahkan untuk menyisir langit perairan utara Pulau Jawa.

Tidak main-main, sebanyak 2.400 kilogram Natrium Klorida (NaCl) atau garam semai dilesatkan ke gumpalan awan potensial.

Pesawat pembawa garam tersebut terbang pada ketinggian antara 8.000 hingga 12.000 kaki untuk memastikan efektivitas penyemaian.

Strategi ini dijalankan demi meluruhkan awan hujan sebelum merangsek masuk ke wilayah daratan Jakarta dan sekitarnya.

Langkah antisipatif ini merupakan hasil kolaborasi apik antara BPBD DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Pusat kendali dari seluruh rangkaian operasi udara ini bertempat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, memberikan penjelasan mendalam terkait fokus operasi kali ini.

"Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari kedua ini difokuskan di perairan utara Pulau Jawa, untuk meluruhkan awan hujan yang berpotensi bergerak ke wilayah daratan Jakarta. Dengan demikian, diharapkan curah hujan dapat terkonsentrasi di perairan dan risiko genangan maupun banjir di wilayah DKI Jakarta dapat ditekan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Siaga Musim Hujan, Pemprov DKI Pangkas Sejumlah Pohon Sebelum Tumbang

Yohan menegaskan bahwa setiap titik penyemaian dipilih berdasarkan hasil analisis meteorologi paling mutakhir serta pemantauan dinamika atmosfer secara kontinu.

Operasi langit ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, terhitung sejak 16 Januari hingga 22 Januari 2026 mendatang.

Meski teknologi canggih sudah dikerahkan, BPBD tetap meminta masyarakat waspada terhadap ancaman hujan lebat yang dibarengi petir dan angin kencang.

Warga juga diimbau untuk aktif menjaga kebersihan saluran air guna mencegah sumbatan yang memicu luapan air.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OpenAI Mulai Uji Iklan di ChatGPT Demi Dongkrak Pendapatan
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Tunjangan Remunerasi Telat Dibayar, Banyak Pekerja di RSUD Bekasi Terjerat Pinjol
• 5 jam laludisway.id
thumb
Pengendara melintas MBZ melonjak dominan tinggalkan Jakarta
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Liga Inggris: Man United Menangi Derbi Manchester Lawan Man City
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BNPB libatkan mahasiswa percepat verifikasi rumah rusak di Aceh Timur
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.