EtIndonesia. Di tengah terus memanasnya situasi di Iran, banyak negara telah mengeluarkan peringatan terkait keamanan personel dan risiko pelayaran. Menurut sumber informasi, pimpinan tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) baru-baru ini telah melakukan penilaian internal terhadap situasi keamanan terkait. Berikut laporan reporter NTD, Chen Xi.
Menurut laporan eksklusif The Epoch Times, sumber dari orang dalam tersebut mengungkapkan bahwa fokus penilaian internal PKT mencakup beberapa aspek, antara lain: apakah PKT akan terus membeli minyak dari Iran, apakah proyek-proyek investasi Tiongkok di Iran dapat terus beroperasi, serta kelayakan rencana evakuasi personel dan penanganan proyek dalam kondisi darurat.
Sistem diplomatik PKT juga telah meminta kedutaan dan konsulat PKT di sejumlah negara Timur Tengah untuk meningkatkan frekuensi pelaporan informasi keamanan, sekaligus mempelajari rencana konkret untuk evakuasi darurat diplomat PKT di Iran serta manajer perusahaan Tiongkok yang beroperasi di sana.
Sumber lain menyebutkan bahwa sejumlah lembaga Tiongkok yang memiliki bisnis terkait Iran baru-baru ini diminta untuk menilai ulang risiko keselamatan personel di luar negeri.
Sebagian diplomat dan personel yang ditugaskan di Iran telah menerima pemberitahuan dari Kementerian Luar Negeri dan kedutaan agar bersiap untuk evakuasi. Bahkan, beberapa proyek yang didanai Tiongkok telah ditangguhkan sementara.
Para analis menunjukkan bahwa di satu sisi, otoritas terkait mendorong penyusunan rencana darurat dan penyiapan sumber daya; di sisi lain, mereka dengan sengaja menghindari penilaian terbuka terhadap situasi Iran, guna mencegah dampak negatif terhadap tata letak diplomatik dan kerja sama energi PKT di Timur Tengah.
Pendekatan “meningkatkan kewaspadaan secara internal, tetap rendah hati ke luar” ini merupakan praktik yang selama ini konsisten digunakan PKT dalam menangani isu risiko keamanan luar negeri. (Hui)





