Diplomat PBB Ajak Boikot Piala Dunia 2026, Amerika Bukan Tempat yang Aman, Sistemnya Berbahaya

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Ajang akbar Piala Dunia 2026 yang segera digelar pada 11 Juni hingga - 19 Juli mulai mendapatkan pertentangan.

Suara pemboikotan mulai bermunculan, salah satunya diplomat PBB ajak boikot Piala Dunia 2026 yang digelar FIFA dan mengatakan bahwa Amerika bukan tempat yang aman.

Hal ini disampaikan oleh Mohamad Safa selaku anggota di ECOSOC - The Economic and Social Council atau Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam unggahannya di akun X-nya, Safa menyampaikan jika Amerika menjadi negara yang tidak aman pasca tindakan agresif dari ICE - Immigration and Customs Enforcement atau badan imigrasi Amerika.

BACA JUGA:Wow! Tiket Piala Dunia 2026 Tembus 500 Juta dalam Sebulan

BACA JUGA:AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara, 10 di Antaranya Peserta Piala Dunia 2026

Dalam bulan ini berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ICE, di antaranya penembakan terhadap seorang wanita di Minneapolis.

Penembakan ini memicu terjadinya aksi protes besar-besaran yang mengakibatkan jatuhnya korban luka dan cidera berat.

Jelang Piala Dunia 2026 yang digelar di 3 negara, Kanada, Meksiko dan Amerika, ICE semakin agresif dalam menertipkan para pendatang di negara Paman Sam tersebut.

Kondisi ini memberikan rasa kekhawatiran yang luar bisa bagi para pengemar sepak bola dunia untuk mengunjungi Amerika, khususnya dari negara Amerika Latin dan Timur Tengah.

Safa menyampaikan bahwa diirnya telah membatalkan tiket Piala Dunia yang sudah terlanjur dibelinya.

BACA JUGA:Boikot Piala Dunia 2026 Semakin Panas, Politisi Inggris: Hanya Orang Gila yang Datang ke Amerika untuk FIFAWorldCup

BACA JUGA:KPK Bakal Bongkar Pola Pengadaan ATK di Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono

Dalam postingannya, Safa menuliskan bahwa ICE mungkin memutuskan bahwa dirinya adalah anggota geng.

“Saya akan dipenjara selama setahun tanpa dakwaan, tanpa sidang, tanpa pengadilan, tanpa hak untuk berkonsultasi dengan pengacara, tanpa panggilan telepon,” tudingnya.

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jepang dan Korea Selatan Satukan Langkah, China Jadi Sorotan
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Teknologi AI Mengubah Hidup: Minum Kopi dan Main Tenis Tinggal Perintah Suara
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Gubernur Sulsel Serahkan Dua Unit Kapal 15 GT untuk Nelayan di PPI Lonrae Bone
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Jenderal Senior Iran Ancam Potong Tangan Trump jika Berani Invasi
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.