Lubang raksasa yang terlihat mengerikan ini ternyata bukan peristiwa yang terjadi secara mendadak, melainkan hasil dari proses geologis yang berlangsung dalam waktu yang sangat panjang di bawah permukaan tanah. Proses alamiah ini melibatkan interaksi kompleks antara air, tanah, dan batuan yang terjadi secara perlahan namun pasti.
Indonesia sebagai negara dengan kondisi geologis yang beragam memiliki sejumlah wilayah yang rentan terhadap fenomena sinkhole. Terutama di daerah-daerah yang memiliki lapisan batu kapur atau gamping di bawah permukaan tanah. Kondisi ini membuat pemahaman tentang sinkhole menjadi sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut.
Untuk memahami fenomena ini lebih dalam, berikut adalah lima fakta mengenai sinkhole yang dilansir dari akun @brin_indonesia. Apa itu sinkhole? Walaupun lubang besar terlihat muncul dalam sekejap, sebenarnya sinkhole adalah hasil dari pelapukan lapisan batu kapur atau gamping di bawah tanah yang berlangsung selama bertahun-tahun. Runtuhnya permukaan tanah hanyalah tahap akhir dari proses pelarutan batuan oleh air yang sudah terjadi sejak lama. 1. Dipicu oleh air hujan yang bersifat asam Air hujan menyerap gas di udara sehingga bersifat asam, lalu meresap ke dalam tanah. Air ini melarutkan batu kapur atau gamping dan membentuk celah serta rongga di bawah permukaan. Aliran air terus membesarkan rongga dan melemahkan lapisan tanah di atasnya. Saat hujan lebat, lapisan penutup makin menipis dan tak kuat menahan beban. Akhirnya, lapisan tersebut runtuh dan muncullah lubang besar yang disebut sinkhole. 2. Daerah rawan, kawasan batu gamping Fenomena sinkhole sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah yang tersusun oleh lapisan batu kapur atau gamping di bawah permukaan tanah, seperti di kawasan batu gamping di Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros.
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menyebutkan bahwa daerah pemukiman yang berada di kawasan batu kapur atau gamping akan mudah mengalami fenomena sinkhole, sehingga apabila aliran permukaan tiba-tiba hilang, maka perlu diwaspadai adanya rongga lapisan batu gamping di bawah permukaan yang dapat menyebabkan terjadinya sinkhole. 3. Sulit dilihat mata, namun bisa dideteksi teknologi Karena terbentuk di bawah tanah, sinkhole sangat sulit dikenali dari permukaan secara kasat mata. Namun, ancaman ini bisa dideteksi sejak dini menggunakan survei seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik. Metode tersebut dapat membantu mendeteksi lokasi,, kedalaman, dan ukuran rongga sebelum terjadi keruntuhan. 4. Air jernih belum tentu sehat Fakta kelima yang sering mengecoh adalah kejernihan air di dalam sinkhole. Meski tampak jernih karena berasal dari air hujan dan air bawah tanah, air ini belum tentu aman diminum. Perlu adanya uji kimia dan mikrobiologi untuk mengecek warna, bau, rasa, pH, bakteri berbahaya seperti E.coli dan logam berat. Air baru layak dikonsumsi jika hasilnya sesuai standar kesehatan.
Pada akhirnya, sinkhole menjadi pengingat bahwa kondisi di bawah permukaan bumi sangat dinamis. Nah, Sobat Medcom itulah fakta mengenai sinkhole yang perlu kita ketahui. Semoga informasi ini dapat membantu, ya! (Talitha Islamey)
Baca Juga :
Rap dan Piano Ternyata Bisa 'Nge-charge' Otak Anak, Ini Penjelasan SainsnyaCek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)


