EtIndonesia. Sebuah kapal tanker minyak Aframax bernama Arcusat, yang sedang menuju pelabuhan Rusia, melakukan manuver tak terduga dan berbalik arah, menghindari memasuki Laut Baltik, menurut Bloomberg.
Kapal tanker tersebut, yang terkait dengan armada bayangan Rusia, menarik perhatian para analis dengan rutenya yang tidak biasa. Kapal tersebut, yang sedang menuju untuk memuat bahan baku di salah satu pelabuhan Rusia, tiba-tiba berhenti bergerak menuju Laut Baltik, berbalik arah, dan menuju ke arah lain.
Manuver Misterius di Baltik
Arcusat termasuk dalam apa yang disebut kapal tanker hantu yang digunakan Rusia untuk menghindari sanksi Barat dan pembatasan harga minyak. Perubahan haluan yang tiba-tiba ini mungkin menunjukkan masalah teknis atau tantangan baru bagi logistik Kremlin.
Detail penting dari insiden tersebut:
- Geografi: Belokan terjadi tepat sebelum memasuki selat sempit yang menuju ke Laut Baltik.
- Afiliasi: Kapal tersebut tidak memiliki asuransi yang transparan atau struktur kepemilikan yang jelas, yang merupakan ciri khas armada bayangan.
- Konsekuensi: Gangguan pelayaran seperti itu menunda ekspor minyak Rusia dan menciptakan biaya logistik tambahan bagi pihak agresor.
Jerman menolak kapal tanker Rusia untuk pertama kalinya
Arcusat sedang menuju Teluk Finlandia untuk memuat minyak Rusia, tetapi saat melewati selat sempit antara Denmark dan Swedia, kapal tersebut tiba-tiba berbalik arah dan menuju Arktik. Menurut laporan media Jerman, ini disebabkan oleh paksaan langsung dari otoritas Jerman, meskipun Kepolisian Federal belum secara resmi mengomentari penyelidikan tersebut.
Ini adalah kasus pertama yang tercatat di mana sebuah negara Eropa secara paksa menolak akses kapal bayangan ke Laut Baltik. Jika strategi seperti itu menjadi sistematis, hal itu dapat sepenuhnya melumpuhkan kemampuan Moskow untuk mengekspor minyak mentah dari wilayah tersebut.
Kapal tersebut menggunakan taktik bendera kemudahan. Dalam berbagai basis data, kapal tersebut terdaftar di bawah bendera Tanzania dan Kamerun, yang merupakan tanda khas upaya untuk menyembunyikan pemilik sebenarnya.
Tekanan pada Armada Bayangan
Para ahli Bloomberg mencatat bahwa telah terjadi peningkatan pengawasan terhadap kapal-kapal semacam itu di perairan internasional baru-baru ini. Ini bukan pertama kalinya kapal tanker yang beroperasi untuk kepentingan Moskow mengalami kesulitan saat melewati jalur laut penting.
Meskipun Rusia berupaya menyembunyikan rute dengan mematikan pemancar AIS, pemantauan satelit memungkinkan pergerakan anomali tersebut untuk direkam.
Washington telah meluncurkan operasi skala besar terhadap armada bayangan yang berupaya mengekspor minyak dari Venezuela dengan memanipulasi bendera dan nama.
Pada awal Januari, pasukan AS melakukan serangkaian pencegatan di perairan netral. Kasus yang paling menonjol adalah penahanan Bella 1 (Marinera) di Atlantik Utara.
Hampir bersamaan dengan pencegatan di Atlantik, militer AS melakukan operasi yang sukses di Laut Karibia, menahan kapal lain dari armada bayangan, kapal tanker Sophia.
Di Laut Karibia, pasukan khusus AS menyita kapal tanker Veronica yang dikenai sanksi, yang merupakan kapal keenam yang ditahan sebagai bagian dari operasi tersebut. Kapal tersebut melanggar embargo dengan memanipulasi dokumen dan sistem pelacakan untuk secara ilegal mengangkut minyak untuk Iran, Rusia, dan Venezuela.
Para anggota parlemen Amerika menuntut agar pemerintahan Donald Trump mengambil langkah-langkah radikal, mulai dari sanksi yang ditargetkan hingga penangkapan massal kapal-kapal yang membawa minyak Rusia.(yn)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F17%2Fde366dd742a61ea957cf905f0b9179f0-20260117ron10.jpg)



