jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian menilai Menteri Komunikasi dan Digital (Menkodigi) Meutya Hafid gagal memberantas praktik judi online (judol).
Aminullah mengatakan maraknya judi online saat ini menunjukkan kegagalan serius negara dalam melindungi rakyat dari kejahatan digital terorganisasi.
BACA JUGA: HUT ke-85 PP GPA, Kolaborasi Bersama Polri untuk Korban Bencana Sumatra
Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menyampaikan sikap tegas dan tanpa kompromi terhadap praktik judi online.
“Perintah Presiden Prabowo sangat jelas, terang, dan keras, yakni berantas judi online tanpa toleransi,” kata Aminullah, Jumat (16/1).
BACA JUGA: Kinerja Polri Diakui Internasional, Ketum PP GPA Beri Apresiasi
Aminullah menilai belum ada tanda keberhasilan pemberantasan judi online pada era Menkodigi yang baru.
“Judi online justru makin vulgar, makin sistematis, dan makin menjerat masyarakat kecil,” ujar Aminullah.
BACA JUGA: Ketum GPA: Perpol Nomor 10 2025 Sah dan Tidak Bertentangan Dengan Putusan MK
Menurutnya, kegagalan memberantas judi online bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan krisis kepemimpinan dan keberanian politik di Menkodigi.
“Judol bukan lagi kejahatan lokal. Ini adalah kejahatan lintas negara, lintas rezim digital, dan lintas kepentingan ekonomi gelap. Kalau Menkodigi hanya sibuk memblokir domain hari ini, besok muncul seribu domain baru. Itu bukan strategi, itu reaksi panik,” tegas Aminullah.
Aminullah juga menyoroti absennya diplomasi dan kerja sama internasional yang serius, khususnya dengan negara-negara yang dikenal sebagai pusat dan ‘surga’ industri judi online, seperti Kamboja.
“Kami tidak melihat adanya diplomasi digital yang agresif, tidak ada tekanan bilateral yang kuat, tidak ada kerja sama intelijen siber lintas negara yang masif. Negara seolah kalah langkah dari bandar judol. Ini ironi besar,” katanya.
Aminullah menyebut judi online telah menjelma menjadi kejahatan struktural yang menghancurkan ekonomi keluarga, memicu kriminalitas, memperparah kemiskinan, dan merusak mental generasi muda.
“Setiap hari rakyat kecil kalah, setiap hari keluarga hancur, setiap hari generasi muda dirusak algoritma kejahatan. Jika negara absen atau lemah, pejabat yang bertanggung jawab tidak layak terus bertahan di kursi kekuasaan,” ujar Aminullah.
Dia pun meminta Meutya mengundurkan diri apabila Menkodigi itu tidak mampu memberantas judi online.
“Mengundurkan diri adalah langkah terhormat jika memang tidak mampu. Lebih baik mundur daripada terus mempertontonkan kegagalan yang dibayar mahal oleh penderitaan rakyat,” kata Aminullah. (jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil




