Pandji Diminta FPI Taubat Nasuha Terkait Dugaan Penistaan Agama di Mens Rea

rctiplus.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Front Persaudaraan Islam (FPI) menanggapi materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea. FPI menilai materi tersebut mengandung unsur penistaan agama karena menyinggung sholat yang merupakan kewajiban umat Islam.

Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua Umum DPP FPI Muhammad Alatas, FPI menyatakan kecaman keras terhadap pihak yang menjadikan simbol dan ajaran Islam sebagai bahan candaan.

FPI menegaskan, kritik yang disampaikan Pandji terhadap pemerintah melalui materi komedi dinilai sah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kritik terhadap penguasa dianggap wajar dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

“Bahwa kritik yang dilakukan Pandji terhadap perilaku penguasa dalam materi komedinya adalah hal wajar dalam kehidupan bernegara, yang perlu menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya perbaikan pemerintah,” ujar Alatas dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Namun, FPI menilai substansi kritik tersebut menjadi bermasalah karena disampaikan dengan cara yang dianggap merendahkan ibadah sholat.

“Sayangnya kritikan baik yang dilancarkan Pandji tercemari dengan ungkapan yang tidak lucu terkait dengan permasalahan sholat yang merupakan fondasi penting dalam ajaran agama Islam,” lanjutnya.

FPI menegaskan sholat tidak dapat dijadikan bahan lelucon. Menurut mereka, sholat merupakan tolok ukur penting dalam keislaman seseorang dan bagian dari ajaran yang bersumber dari Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Bahwa tindakan Pandji yang memperolok preferensi memilih pemimpin yang rajin salat adalah bentuk penghinaan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW,” ujar Alatas.

FPI juga menilai analogi yang disampaikan Pandji—yang membandingkan rajin sholat dengan rajin namun belum tentu pintar—sebagai bentuk kesesatan berpikir karena dianggap merendahkan nilai ibadah dan sifat rajin dalam Islam. Hal serupa juga disampaikan terkait analogi antara profesi pilot dan pemimpin negara yang dinilai tidak relevan.

“Oleh karena itu, pernyataan Pandji tersebut adalah bentuk upaya penistaan terhadap sholat yang merupakan fondasi penting dalam Islam dan juga merupakan syi’ar agama Islam,” tegasnya.

Atas hal tersebut, FPI meminta Pandji Pragiwaksono untuk melakukan taubat nasuha, memohon ampun kepada Allah SWT, serta menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam. FPI juga menyatakan akan mengawal proses hukum terkait dugaan penistaan agama tersebut.

Selain itu, FPI mendesak Netflix untuk menghapus, memotong, atau menyensor materi stand up comedy Mens Rea. FPI juga mengimbau para komedian agar tidak menjadikan simbol maupun ajaran agama sebagai bahan candaan.

“Karena kita hidup di negara berdasarkan Pancasila di mana agama dijunjung tinggi,” pungkasnya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Siap Melenggang di Berlinale 2026
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Pengguna Jalan Serobot Jalur Bus Meski Lalu Lintas Lancar di Jakarta
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Udinese Vs Inter: Gol Tunggal Lautaro Martinez Segel 3 Poin untuk Inter
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
BNN Bongkar Pabrik Gelap Narkotika Jaringan Internasional di Apartemen Jaksel
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Ekonomi Vietnam: Pertumbuhan Tinggi, Tapi Tidak Bebas Risiko
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.