BPBD Kudus Catat 1.822 Warga Mengungsi Akibat Banjir

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS — Jumlah pengungsi akibat banjir di Kabupaten Kudus terus bertambah seiring genangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Hingga Sabtu (17/1/2026), pengungsi tercatat mencapai 1.822 jiwa dari 606 keluarga yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, data pengungsi bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. “Berdasarkan data per hari ini, Sabtu, total pengungsi mencapai 1.822 jiwa,” katanya di Kudus.

Baca Juga
  • Aula DPRD Kudus Difungsikan untuk Tempat Pengungsian Warga Terdampak Banjir
  • Jalan Pantura Kudus-Pati Terendam Banjir, Arus Lalin Tersendat hingga 2 Kilometer
  • Saat Ratusan Peserta Adu Keahlian Membuat Seni Kaligrafi di Kudus

Dari jumlah tersebut, perempuan tercatat lebih dari 60 persen dibandingkan laki-laki. Para pengungsi berasal dari Desa Pasuruhan Lor, Temulus, Karangrowo, Kesambi, Jati Wetan, Jetis Kapuan, Ngemplak, Payaman, Tanjungkarang, dan Gulang.

Pengungsian tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Gedung NU Center Pasuruhan Lor, Madrasah Hidayatus Shibyan Temulus, Balai Desa Karangrowo, TK Pertiwi dan Aula Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, Gedung DPRD Kudus, Balai Desa Payaman, GKMI Tanjungkarang, Kantor PDI-P Jalan Lingkar Kudus, serta Balai Desa Gulang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dari seluruh lokasi tersebut, pengungsi terbanyak berada di Gedung DPRD Kudus dengan jumlah sekitar 396 jiwa yang berasal dari Desa Karangrowo dan Ngemplak, Kecamatan Undaan. Sementara lokasi lain menampung antara 26 hingga 131 jiwa.

Eko menyebutkan, genangan banjir hingga Sabtu masih terjadi meski di beberapa titik mulai menunjukkan penurunan ketinggian air. “Mudah-mudahan dengan adanya Operasi Modifikasi Cuaca, intensitas hujan bisa berkurang sehingga genangan segera surut,” ujarnya.

BPBD memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi tetap dilakukan di seluruh lokasi. Bantuan mencakup makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal sementara, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan pribadi lainnya. Mainan untuk anak-anak juga disediakan sebagai bagian dari upaya dukungan psikososial.

Sebelumnya, jumlah pengungsi pada Rabu (14/1/2026) tercatat 596 jiwa. Angka tersebut terus meningkat menyusul curah hujan tinggi yang masih terjadi di Kabupaten Kudus.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Denda Rp5.2 Triliun dari Perusahaan Tambang dan Perkebunan Dikantongi Satgas PKH
• 16 jam laludisway.id
thumb
Cita Rasa Unik Kopi Robusta dari Mesin Sangrai Gerabah
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Pengacara Usai SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis: Pak Jokowi Legowo Maafkan
• 16 jam laludetik.com
thumb
PLN Operasikan Gardu Induk 150 kV di KEK Setangga, Dorong Industri Hilirisasi Kalsel
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Pos UNIFIL di Lebanon Selatan Terkena Tembakan Israel, PBB Tegaskan Pelanggaran Resolusi DK
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.