Pidato Bahasa Inggris di Hadapan Presiden, Siswa SRMA Dapat Beasiswa Luar Negeri

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penampilan Kiendra Lian Damarta (16), siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, saat pidato bahasa Inggris menuai apresiasi Presiden Prabowo Subianto. Dia pun mendapat beasiswa ke luar negeri.

Kiendra tampil pada peresmian 166 Sekolah Rakyat secara serentak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Kepala Negara tidak hanya mengapresiasi kefasihan Kiendra berbahasa Inggris, tetapi juga memberikan kesempatan beasiswa ke luar negeri sebagai bentuk dukungan atas prestasi tersebut.

Kiendra berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Jemmy Damarta, bekerja sebagai pengemudi ojek daring, sementara ibunya, Liana Suhardini, berjualan makanan. Ia mengatakan, awal masuk Sekolah Rakyat bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan di SMA reguler.

“Aku sempat merasa seperti dipaksa, tapi melihat kondisi orang tua, ya sudah saya masuk saja, karena memang tidak ada biaya,” kata Kiendra di SRMA 13 Bekasi, beberapa waktu lalu.

Kemampuan bahasa Inggris Kiendra tidak diperoleh secara instan. Ia mengaku belajar secara autodidak sejak kecil dengan menonton berbagai konten berbahasa Inggris. Namun sebelum masuk Sekolah Rakyat, Kiendra belum pernah berpidato dalam bahasa Inggris di depan umum dan tidak terbiasa tampil di ruang publik.

Perubahan mulai terjadi setelah Kiendra mendapat pendampingan di Sekolah Rakyat. Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) sekaligus Pembina English Club, Rifki Aziz, mulai melibatkan Kiendra dalam kegiatan storytelling berbahasa Inggris yang kemudian direkam dalam sebuah video. Dari rekaman tersebut, kemampuan Kiendra mulai dikenal hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil dalam acara peresmian Sekolah Rakyat.

"Kiendra punya modal bahasa Inggris tapi sulit untuk practice sederhana sehari-hari," kata Aziz yang juga pernah tinggal di Melbourne.

Proses tersebut tidak berjalan mudah. Kiendra kerap mengalami kesulitan meningkatkan kemampuan berbicara dan menyampaikan ide. Namun perlahan, dengan bimbingan Aziz melalui latihan rutin, kepercayaan dirinya mulai tumbuh.

Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari berlatih di ruang guru, tampil di depan teman-temannya usai apel pagi, hingga pertama kali menggunakan mikrofon di aula sekolah.

“Walaupun peresmian Sekolah Rakyat sempat diundur, saya bersama Pak Aziz tidak pernah berhenti latihan. Jadi terus semangat berlatih,” kata Kiendra.

Proses latihan tersebut membuahkan hasil. Saat berpidato dalam bahasa Inggris, Kiendra tampil lancar dan percaya diri hingga Presiden memuji penampilannya yang dinilai setara dengan seseorang yang pernah lama tinggal di luar negeri.

“Saya besar di luar negeri. Kalau bahasa Inggris saya bagus, itu wajar. Tapi anak ini, saya kagum juga,” kata Presiden Prabowo.

Presiden juga memberikan pujian khusus atas kemampuan bahasa Inggris Kiendra.

“Saya terkesima hari ini, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa. Luar biasa. Bahasa Inggrisnya, menurut saya, luar biasa,” ujar Presiden.

Atas penampilan tersebut, Presiden berencana memberikan Kiendra kesempatan beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

“Mungkin bagusnya kita kirim juga (studi) ke luar negeri. Kira-kira bagaimana, setuju tidak?” kata Presiden.

Usai acara, Kiendra juga mendapat kesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Kepala Negara. Ia mengaku senang dapat berpidato di hadapan Presiden, para menteri, dan tamu undangan.

"Saya merasa senang, capek tapi lebih (banyak) ke senangnya sih, soalnya ini pengalaman pertama aku bisa berpidato dengan banyak orang, apalagi di depan Pak Presiden," kata Kiendra.

Setelah tampil, Kiendra mengaku kepercayaan dirinya meningkat dan semangat belajarnya semakin kuat. Kini, di sekolah, ia juga turut aktif ikut kegiatan OSIS pada bidang kehumasan. Orang tua Kiendra pun menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putra mereka.

Ke depan, Kiendra berharap dapat belajar dengan baik di Sekolah Rakyat, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bahkan berkuliah di luar negeri untuk mewujudkan cita-citanya sebagai animator profesional.

Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dan yang berisiko putus sekolah memperoleh akses pendidikan berkualitas.

“Terima kasih Presiden Prabowo sudah memberikan fasilitas Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu,” pungkas Kiendra.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jembatan Way Umbar Rampung Dibangun TNI AD, Anak Sekolah dan Ibu-Ibu Tak Perlu Seberangi Sungai
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Ingat! BSU Januari 2026 Tidak Ada
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Deretan Pemain Keturunan di Asia Bisa Jadi Opsi Timnas Indonesia Jelang ASEAN Cup 2026
• 38 menit laluviva.co.id
thumb
Usai SP3 Kasus Ijazah Jokowi, Eggi Sudjana Terbang ke Malaysia Berobat Kanker Stadium 4
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Penjelasan Angkasa Pura soal Hilangnya Pesawat ATR Rute Yogya-Makassar
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.