Prof. Deby Vinski Sebut BPOM RI Dukung Inovasi Stem Cell dan Gene Therapy

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Presiden World Council of Preventive Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM) serta World Council of Stem Cell and Genetic (WOCS) Prof, dr. Deby Vinski, menilai kepemimpinan Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, berhasil menempatkan Indonesia pada jalur strategis dalam tata kelola kesehatan modern.

Dia menyebutkan hal itu membuat Indonesia kian menegaskan langkahnya untuk tampil sebagai pemain strategis dalam pengembangan kedokteran masa depan, khususnya di bidang preventive, regenerative, anti-aging medicine, stem cell, dan gene therapy. 

BACA JUGA: Jelang Nataru, BPOM Serang Temukan 3 Produk Mengandung Formalin di Pasar

“Di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar, BPOM RI mampu menjaga keseimbangan yang sangat penting antara keselamatan masyarakat, integritas ilmiah, dan percepatan inovasi medis. Ini adalah fondasi utama agar Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan stem cell dan gene therapy dunia,” kata Prof. Deby dalam keterangannya, Sabtu (17/1).

Menurutnya, regulasi yang kuat dan progresif menjadi kunci agar inovasi kesehatan berbasis teknologi tinggi dapat berkembang tanpa mengorbankan aspek keselamatan pasien.

BACA JUGA: BPOM Menyita Sejumlah Produk Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya

Dia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi hub global jika didukung oleh kebijakan yang visioner dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Dalam konteks pembangunan nasional, Prof. Deby menyebutkan penguatan sektor kesehatan berbasis teknologi maju sejalan dengan visi Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas.

“Preventive, regenerative, anti-aging medicine, termasuk stem cell dan gene therapy, adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga daya saing bangsa,” tegasnya.

Dia menjelaskan pemerintah dan swasta sepakat membangun kolaborasi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi medis, tetapi juga pusat pengembangan ilmu, riset, dan layanan kesehatan berteknologi tinggi.

Pemerintah Indonesia sendiri telah mencanangkan pengembangan health tourism berbasis anti-aging dan stem cell therapy. 

Bahkan, Indonesia diusulkan menjadi Pusat Stem Cell dan Gene Therapy Dunia, dengan RSPPN Panglima Besar Soedirman sebagai kandidat utama hospital hub layanan stem cell dan gene therapy oleh WOCPM dan WOCS.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri kesehatan dunia.

“Jika semua pemangku kepentingan bergerak bersama, saya yakin Indonesia bisa menjadi pusat rujukan dunia dalam stem cell dan gene therapy, bukan hanya untuk kawasan Asia, tetapi global,” pungkas Prof. Deby.(mcr8/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Dukungan Pemkot Makassar untuk Pelaku Seni dan Industri Kreatif
• 19 jam laluharianfajar
thumb
SP3 Eggi Sudjana, Habiburokhman: Bukti KUHP-KUHAP Baru Hadirkan Keadilan
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Ketika Dunia Menjadi Tuhan: Ambisi, Jabatan, & Kerusakan Nurani di Ruang Publik
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Sektor Rumah Tangga jadi Penyerap Kredit Terbesar di Sumsel per November 2025
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Mesir Sambut Baik Tawaran Trump untuk Mediasi Sengketa Bendungan Sungai Nil
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.