MerahPutih.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi diduga jatuhnya pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat ATR patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu terbang dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.
Baca juga:
ATR Hilang Kontak di Maros Ternyata Pesawat Patroli KKP
Berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Pesawat Sempat Keluar dari Jalur AwalDalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
"ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur," kata Lukman dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Baca juga:
Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros
Cuaca dan Jarak Pandang Saat Pesawat Hilang kontakSetelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact). Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan berawan.
Baca juga:
Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros Bawa 10 Orang: 7 Kru dan 3 Penumpang
"Adapun jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang," tandas Dirjen Perhubungan Udara itu. (Knu)




