BEKASI, DISWAY.ID-- Para pekerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dipaksa melakukan peminjaman online (pinjol) akibat keterlambatan upah tunjangan remunerasi sejak tiga bulan lalu.
Hal tersebut membuat sebagian karyawan harus mencari cara untuk bagaimana dapat memenuhi kebutuhan hidup seperti pangan setiap harinya.
BACA JUGA:Profil PT Indonesia Air Transport, Maskapai Pemilik Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros
BACA JUGA:Kemenhub Ungkap Kronologi Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros
Seorang pegawai RSUD Kota Bekasi yang enggan disebutkan identitasnya menjelaskan bahwa kewajiban tersebut belum dibayarkan oleh pihak rumah sakit sampai sekarang.
"Remunerasi kami belum dibayar penuh. Pembayaran baru sampai bulan November, sementara sekarang sudah Januari. Akhirnya banyak tang terpaksa pinjam ke sana-sini, bahkan ada yang pinjol," jelas dia kepada pewarta
Dia mengungkapkan bahwa adanya keterlambatan pembayaran tunjangan ini mengakibatkan dampak nyata bagi pemenuhan kebutuhan dasar pekerja, salh satunya pangan.
Pasalnya, sebagian pegawai rela meminjam uang dengan nominal kecil hanya untuk membeli bahan makanan pokok.
BACA JUGA:Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Dipakai Kementerian KKP untuk Misi Patroli
BACA JUGA:Spesifikasi Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros, Milik Maskapai Apa?
"Beli beras saja ada yag pinjam RP. 300 ribu. Ada juga yang akhirnya ke pinjol karena sudah benar-benar tidak punya pilihan," katanya
Menurutnya, keterlibatan pekerja RSUD dengan pinjaman online bukan karena keinginan, melainkan akibat kondisi ekonomi yang semakin menekan
Ketidakpastian waktu pencairan remunerasi membuat banyak karyawan kesulitan mengatur keuangan rumah tangga.
Dia berharap, RSUD Kota Bekasi dapat menyelesaikan utang tersebut agar kesejahteraan pekerja terjamin dan pelayanan kepada pasien tetap dijaga.
"Kami tidak minta berlebihan. Hak kami dibayar penuh dan tepat waktu saja sudah sangat membantu," pungkas dia.





