Alat Pemancar Sinyal Darurat Pesawat ATR Indonesia Air Transport Diduga Tak Berfungsi

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Makassar: Tim SAR Gabungan masih berupaya menemukan lokasi jatuhnya pesawat patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang hilang kontak di sekitar Bukit Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan fokus utama saat ini adalah operasi kemanusiaan penyelamatan dan pencarian korban.

Kepala KNKT, Suryanto, menegaskan timnya akan membantu Badan SAR Nasional (Basarnas) terlebih dahulu sebelum mengambil alih penyelidikan penyebab kecelakaan.

"Konsentrasi kami, KNKT, adalah menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Kami akan membantu Basarnas dulu, setelah operasi kemanusiaan selesai baru KNKT akan take over," jelas Suryanto dikutip Media Indonesia, Minggu, 18 Januari 2026.

Ia mengaku belum dapat memastikan apakah cuaca buruk menjadi faktor penyebab insiden. KNKT juga berharap black box pesawat dapat ditemukan saat proses evakuasi berlangsung.

Suryanto mengungkapkan, alat pemancar sinyal darurat pesawat (Emergency Locator Transmitter/ELT) kemungkinan tidak bekerja. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada sinyal ELT yang tertangkap.
 

Baca Juga :

Operasi SAR Malam Hari Dilanjutkan untuk Cari Pesawat ATR 42-500


"Dengan kejadian kalau benar dia nabrak gunung, itu biasanya ELT-nya tidak bekerja karena hancur juga. Jadi tidak bisa memancarkan sinyal," ujarnya, meski belum memastikan hal itu.

Sementara itu, pihak TNI AU akan memusatkan pencarian di sekitar Bukit Bulusaraung berdasarkan indikasi awal. Rencananya, helikopter Caracal akan diterbangkan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi jika cuaca memungkinkan.

"Perjalanan dari landasan ke TKP hanya sekitar 6 menit. Sehingga apabila ditemukan korban, segera pada kesempatan pertama kita evakuasi ke Pangkalan Udara Hasanuddin," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar, M Arif.

Sebelumnya, beredar informasi temuan sejumlah potongan kertas berisi prosedur pesawat oleh warga pendaki. Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengonfirmasi bahwa kertas tersebut telah dikonfirmasi ke maskapai sebagai milik pesawat yang hilang.

"Tinggal pemastiannya saja," kata Tb Haeru Rahayu.

Haeru menjelaskan, pesawat tersebut disewa KKP lebih dari dua hingga tiga tahun untuk kegiatan airborne surveillance atau pengawasan udara rutin. Tugasnya adalah mendeteksi aktivitas illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kementerian PU Ajukan Tambahan Anggaran Rp 74 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Sumatera
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Brimob Polda Gorontalo Lakukan Perbaikan Darurat Jembatan Putus di Pulubala
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Mohamed Salah Segera Kembali ke Liverpool Usai Bela Timnas Mesir di Piala Afrika 2025
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ramai-ramai Ikut Aturan Indonesia, Dunia Makin Cepat Berubah
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump Tarik Diri, Indonesia Justru Harus Maju
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.