Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Lautan sampah di Muara Baru berpotensi memicu penyakit serius bagi warga pesisir, khususnya nelayan.
  • Perairan tercemar menjadi reservoir bakteri patogen seperti E. coli dan parasit, menyebabkan masalah kesehatan.
  • Akumulasi sampah dan limbah dapat melepaskan logam berat, berisiko gangguan saraf dan ginjal.

Suara.com - Fenomena lautan sampah di kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dinilai bukan sekadar persoalan lingkungan. Epidemiolog dan pakar keamanan kesehatan, dr. Dicky Budiman, menyebut kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai penyakit serius bagi warga pesisir, khususnya nelayan.

“Dampak kesehatan bagi warga nelayan dan masyarakat sekitar Muara Baru ini tentu bisa cukup serius ya, terutama karena adanya sampah, terutama sampah domestik, limbah plastik, dan limbah organik,” ujar dr. Dicky dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, perairan pesisir yang tercemar sampah berisiko menjadi sumber penularan penyakit infeksi. Air laut yang tercemar dapat menjadi reservoir berbagai bakteri patogen berbahaya.

“Lingkungan perairan yang tercemar sampah dan limbah cair itu berpotensi menjadi reservoir bakteri patogen. Misalnya E. coli, vibrio, salmonella, serta parasit,” katanya.

Ia menambahkan, warga yang sering bersentuhan langsung dengan air laut tercemar menghadapi risiko kesehatan berlapis, mulai dari penyakit kulit hingga gangguan pernapasan.

“Nelayan atau warga yang sering kontak langsung dengan air laut yang tercemar ini dia akan berisiko mengalami penyakit kulit, infeksi, dermatitis, luka yang sulit sembuh, atau juga infeksi saluran pencernaan,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, dr. Dicky juga menyoroti risiko infeksi saluran pernapasan akibat paparan aerosol dari air tercemar. Ia menilai, kondisi lautan sampah di Muara Baru merupakan bentuk pencemaran lingkungan pesisir yang serius dan membutuhkan penanganan lintas sektor.

"Seandainya sampah plastik atau limbah industri yang terakumulasi di perairan pesisir ini dapat melepaskan logam berat, misalnya merkuri timbal, kadmium, dan juga bahan kimia persisten. Seperti persisten organik polutan," urainya.

Berbagai zat kimia berbahaya itu bisa masuk ke dalam tubuh lewat kulit atau pun terhirup.

Baca Juga: Jejak Sampah Skincare di Balik Wajah Industri Kecantikan

"Akibatnya meningkatkan risiko gangguan saraf, gangguan ginjal, hormon, dan juga penurunan daya tahan tubuh," ucap dr. Dicky.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Apa Itu Voucher Gift Card Digital dan Mengapa Makin Populer Saat Musim Liburan?
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
KAI Catat 546.272 Tiket Kereta Terjual Sepanjang Libur Panjang Isra Mikraj
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Basarnas: Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros Dioperasikan KKP
• 8 jam laludetik.com
thumb
Ahok Belum Bisa Langsung Jadi Saksi Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Ini Alasannya
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramai Isu Yasmin Napper Diselingkuhi Giorgino Abraham, Ini Faktanya
• 8 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.