Peneliti Ungkap Dampak Serius Vape bagi Kesehatan Tubuh

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

PENGGUNAAN rokok elektrik atau vape terus meningkat di sejumlah negara, tetapi data kesehatan terbaru dari lembaga penelitian dan otoritas medis internasional menguatkan bahwa produk ini membawa risiko kesehatan nyata, bukan hanya sekadar “lebih aman dari rokok biasa”.

Risiko Paru dan Penyakit Kronis

Analisis data medis pada hampir 250.000 orang yang dipimpin oleh Johns Hopkins Medicine menemukan bahwa pengguna e-cigarette secara eksklusif memiliki peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronis (COPD) dibandingkan bukan pengguna. Temuan ini muncul setelah evaluasi empat tahun, sekaligus menunjukkan kemungkinan kenaikan tekanan darah pada kelompok usia 30-70 tahun. 

Selain itu, penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa aerosol dari vape mengandung zat berbahaya seperti partikel halus, logam berat, dan senyawa organik volatil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan merusak jaringan. 

Baca juga : Kajian BRIN Dorong Industri Rokok Elektrik Perkuat Pengawasan Mutu

Ancaman Jantung dan Pembuluh Darah

Meta-analisis besar yang melibatkan jutaan data peserta di berbagai studi menunjukkan bahwa pengguna vape tetap menghadapi risiko serangan jantung yang lebih tinggi dibanding bukan pengguna, bahkan setelah mempertimbangkan riwayat merokok sebelumnya. Temuan ini menantang anggapan umum bahwa vaping aman sebagai cara berhenti merokok. 

Studi lain juga mengaitkan penggunaan vape dengan fungsi pembuluh darah yang terganggu, yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular jangka panjang. 

Dampak pada Anak dan Remaja

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS secara tegas menyatakan bahwa nikotin dalam e-cigarette sangat berbahaya bagi perkembangan otak pada remaja dan dapat memicu kecanduan lebih cepat dibandingkan usia dewasa. Menurut CDC, penggunaan vape di kalangan anak muda juga dapat meningkatkan kemungkinan merokok di masa depan. 

Baca juga : Maladewa Larang Generasi Muda Merokok, Jadi Negara Pertama Terapkan Larangan Tembakau Seumur Hidup

Penelitian longitudinal juga menunjukkan bahwa remaja yang menggunakan e-cigarette memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gejala pernapasan seperti wheezing dan sesak napas dibanding bukan pengguna.

Bahan Kimia dan Efek Toksik

Berbagai studi laboratorium mengungkapkan bahwa cairan dan uap yang dihasilkan vape tidak hanya mengandung nikotin, tetapi juga zat kimia beracun yang bisa menyebabkan iritasi dan kerusakan jaringan paru. Meskipun beberapa produk mengandung bahan yang aman untuk dikonsumsi secara oral, pemanasan dan penghirupan melalui paru-paru dapat menghasilkan senyawa berbahaya. 

Kesimpulan Oturitas Kesehatan

Para ahli kesehatan dari CDC hingga American Heart Association sepakat bahwa tidak ada produk rokok elektrik yang benar-benar aman, terutama bagi anak muda dan non-perokok. Meskipun beberapa data menunjukkan bahwa vaping mungkin mengandung lebih sedikit bahan berbahaya dibandingkan rokok tradisional, itu tidak sama dengan bebas risiko. 

Sumber: Johns Hopkins Medicine, News Medical, Universitas of York


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang Hilang Kontak di Maros Dikemudikan Pilot Kapten Andy Dahananto Bawa 3 Penumpang, 5 First Officer, dan 2 Awak Kabin
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Gubernur Sulsel Serahkan Dua Unit Kapal 15 GT untuk Nelayan di PPI Lonrae Bone
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Wamen LH Tekankan Program Makan Bergizi Gratis Harus Sejalan dengan Prinsip Ramah Lingkungan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR Hilang di Maros Berjumlah 7 Orang
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Ketika Dunia Menjadi Tuhan: Ambisi, Jabatan, & Kerusakan Nurani di Ruang Publik
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.