Aceh Tamiang Masih Krisis Air Bersih, Relawan Targetkan Tuntas saat Ramadan

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

SEPEKAN lagi menjelang 2 bulan paska bencana banjir besar Sumatra, penderitaan warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, masih belum berakhir. Hingga hari ke 53, apaya yang diklaim pemerintah sudah membaik, ternyata masih jauh panggang dari apai.

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar. Persoalan paling sering antara lain adalah kelangkaan air bersih, jamban dan sanitasi lainnya. 

Kondisi demikian terjadi di hampir seluruh paling timur wilayah Provinsi Aceh itu. Bahkan di Kota Kuala Simpang Ibukota Kabupaten Aceh Tamiang sekalipun cukup langka air bersih. 

Baca juga : Program Bantuan Penyediaan Air Bersih Baznas Sasar 8 Wilayah Rawan Kekeringan di Indonesia

Hampir semua sumur manual milik pribadi dan di tempat umum terjadi kerusakat cukup parah atau tertimbun sampah sedimentasi lumpur dan sampah banjir. Hanya sedikit sekali sumur yang masih tersisa. 

Sumber air PDAM juga terhenti akibat jaringan pipa hancur dan patah dihantam bencana kala itu. Di Kecamatan Karang Baru yang merupakan kawasan Kantor Bupati Aceh Tamiang juga Sangat sulit mendapatkan air bersih. 

"Hanya beberapa rumah saja yang pipapany masih utuh danmasih mengalir air setelah mesin PDAM hidup kembali beberapa hari terakhir. Sedangkan mereka yang masih rusak pipa jaringan dan tidak ada sumur terpaksa menadah air kala turun hujan dan mengambil air sumur bekas, laluenysring atau mengendap beberapa hari" tutur Sahal Muhammad, penyuluh Agama Kemenag Aceh Tamiang. 

Baca juga : Universitas Syiah Kuala Bangun 15 Unit Sumur,Sumber Air Bersih di Lokasi Banjir Pidie Jaya

Lebih sulit lagi di Kecamatan Sekrak dan Kecamatan Bandar Pusaka, hingga kini para korban banjir masih mengandalkan air sumur bekas terendam banjir walau bau tidak sedap. Setelah diambil dari sumur bekas hantaman banjir, lalu di saring dan dipendam satu atau dua hari agar hilang rasa pekat dan mengusir bau tidak sedap. 

Merespon kondisi demikia, kelompok relawan dari Komunitas Weekdays Adventure Indoonesia (Indonesia Offroad FederationFederation-IOF, Jakarta) mulai turun ke pedalaman Sekrak Bandar Pusaka. Untuk kali ini mereka ingin membangun sejumlah sumumur bor kepada warga setempat. 

Diantara desa yang telah dilakukan survei lapangan, kawasan Desa Babo Kecamatan Bandar Pusaka paling mendesak kebutuhan sumur bor. Pasalnya di lokasi terpencil itu jarang diketahui oleh pengambil kebijakan dan sulit diketahui oleh pihak luar. 

Adapun kualifikasi sumor bor yang akan di bangun itu ada kategori. Petama adalah kedalaman 10 atau 12 meter dengan kebutuhan biaya Rp 6 juta peer unit. Lalu ada juga lebih dalam lagi mencapai 60 hingga 70 meter meter dengan kebutuhan dana Rp 20 juta. 

Asep Sukana,1 dari relawan Komunitas Weekdays Adventure Indoonesia (Indonesia Offroad Federation-IOF, Jakarta), kepada Media Indonesia, menuturkan pihaknya akan mempercepat pembangunan sumur-sumur bor praktis itu. Pasalnya sekitar sebulan lagi akan menghadapi bulan Ramadhan. 

Saat bulan suci Ummat Islam itu diharapkan tidak ada lagi korban banjir yang krisis air bersih dan air minum. Meskipun korban banjir, mereka juga memerlukan hidup tanang, nyaman dan khusyu' beribadah. 

"Agar di lapangan cepat selesai, kadang harus tidur di masjid. Kini sedang menanti pasokan barang sampai ke lokasi. Setelah barang tiba langsung melakukan pekerjaan" tutur Asep Sukana. 

Dikatakan Asep, untuk terlaksana pembangunan ini mereka bekerja sama dengan NGO Pondok Sedekah Bekasi Jawa Barat. Ada juga pelayanan medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. 

"Kami terus Bergerak memberikan Dampak manfaat untuk membersamai warga penyintas bencana Aceh Tamiang. Lalu menyampaikan bahwa orang-orang Baik masih membersamai Mereka di masa-masa Sulit pasca Banjir Besar ini" tutur Asep Sukana. 

Dikatakan Asep, Joint Operation Sinergi Kebaikan nntara Pondok Sedekah Indonesia dengan Weekdays Adventure Indonesia atau Indonesia Offroad Federation, menghantarkan donasi orang-orang baik hingga pelosok agar, bantuan tersampaikan tepar sasara. 

Menurutnya berdasarkan kemampuan dan pengalaman Berkendara 4x4 Offroad, merekamenggapai kampung-kampung  pelosok guna menyapa mereka dan menyampaikan bahwa diluar sana masih ada merek yang peduli korban banjir. 

Sekitar 1 bulan terakhir, mereka telah melakukan operasi kemamusiaan Kebencanaan di wilayah Aceh Tamiang. Di antara kegiatan yang dilakukan yaitu menyalurkan bantuan beragam jenis seperti diantaranya yaitu, Sumur Bor Air Bersih, MCK Darurat, Genset listrik, Lampu Penerangan dan Bakti sosial Kesehatan.

Kemudian Bantuan perlengkapan belajar mengajar Sekolah Darurat, Perbaikan Sarana dan Prasarana Masjid, Kompor, dan Peralatan masak lainnya. Sumber dana atau bantuan barang itu dari sedekah pribadi dan donasi puluhan kelompok atau lembaga swasta. (MR/)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penelitian Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Ilegal di Pohuwato
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
FIFA Pamer Sudah Ada Setengah Miliar Orang yang Memesan Tiket Piala Dunia
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Potensi Hujan Lebat di Jabodetabek Sepekan ke Depan, Hati-hati Banjir dan Tanah Longsor
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Presiden Pezeshkian: Kerusuhan Iran Hasil Cawe-cawe Washington dan Zionis
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Klaim Jadi Parpol Modern, Gema Bangsa Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat di Pemilu 2029
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.