Kementerian PU meminta tambahan anggaran hingga Rp74 triliun untuk pemulihan infrastruktur pascabencana provinsi Sumatera.
IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta tambahan anggaran hingga Rp74 triliun untuk pemulihan infrastruktur pascabencana provinsi Sumatera.
"Sebetulnya rencana proposalnya itu Rp74 (triliun) lah sebenarnya," kata Menteri PU Dody Hanggodo dikutip Sabtu (17/1/2026).
"Estimasi anggaran tersebut dibutuhkan karena adanya tambahan program mitigasi bencana, khususnya pembangunan sabo dam atau check dam di sejumlah titik wilayah rawan longsor," katanya.
Dia menambahkan, agar sesuai aturan maka pihaknya harus membuat rencana induk yang kita submit ke Kepala Bappenas untuk direview.
"Baru kemudian disetujui oleh dewan pengarah semua, baik itu BPK, Menko PMK dan seterusnya. Setelah semua dewan setuju, baru kemudian kita meminta anggaran kepada Menteri Keuangan," katanya.
Pengajuan anggaran tersebut, lanjut Dody, baru mencakup kebutuhan dari Kementerian PU. Sebab, dalam penanganan infrastruktur pascabencana, Kementerian PU juga bekerja bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan masih menunggu usulan tambahan anggaran dari kementerian tersebut.
Menurut Dody, kenaikan kebutuhan anggaran dipicu oleh tambahan pembangunan sabo dam di sejumlah daerah, terutama di Provinsi Aceh.
Longsor yang terjadi di Kabupaten Gayo Lues, kata dia, menjadi peringatan khusus bagi pemerintah guna memperkuat upaya pencegahan bencana dengan pembangunan sabo dam supaya air, sedimen, dan kayu tidak sampai menimbulkan dampak lebih besar di wilayah hilir.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut kebutuhan awal anggaran pemulihan infrastruktur dasar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperkirakan mencapai Rp51,8 triliun.
Di luar kebutuhan infrastruktur dasar, pemerintah juga menghitung anggaran sekitar Rp8,2 triliun untuk pembangunan dan perbaikan rumah warga terdampak bencana.
(Nur Ichsan Yuniarto)




