STUDI terbaru menunjukkan bahwa remaja yang kidal cenderung memiliki stabilitas emosional yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang bukan kidal. Temuan ini muncul dari penelitian besar yang melibatkan lebih dari 26.000 siswa berusia 13–15 tahun di Inggris dan Wales, yang dianalisis untuk mengetahui hubungan antara dominasi tangan dan karakter kepribadian.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Leslie J. Francis dari Universitas Warwick. Para peserta remi berpartisipasi dalam survei kepribadian menggunakan Junior Eysenck Personality Questionnaire, sebuah instrumen yang mengukur tiga dimensi kepribadian penting: ekstroversi, neurotisisme, dan ketangguhan mental. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara remaja kidal dan remaja tangan kanan dalam ketiga skala kepribadian tersebut.
Pada dimensi neurotisisme, yang mengukur kecenderungan seseorang mengalami emosi negatif seperti cemas dan mudah marah, remaja kidal menunjukkan skor yang lebih rendah dibandingkan remaja tangan kanan. Skor rendah pada neurotisisme umumnya menunjukkan kestabilan emosional yang lebih baik, di mana individu lebih mampu mengelola stres dan emosi negatif dalam berbagai situasi.
Baca juga : Anak Kidal Dipastikan bukan Aib
Selain itu, remaja kidal juga memiliki skor ekstroversi yang lebih rendah, yang menandakan kecenderungan lebih ke arah introversi daripada remaja dengan dominasi tangan kanan. Introversi sendiri tidak selalu berkaitan dengan gangguan emosional, namun sering dikaitkan dengan gaya kepribadian yang lebih tenang dan reflektif. Temuan ini selaras dengan pengamatan bahwa remaja kidal cenderung bersikap lebih observatif dan tidak cepat bereaksi secara emosional dalam situasi sosial.
Dalam skala ketangguhan mental, remaja kidal kembali menunjukkan nilai lebih tinggi. Ketangguhan mental merupakan indikator sejauh mana individu dapat tetap fokus dan stabil secara emosional di tengah tekanan atau tantangan. Hasil ini menunjukkan bahwa remaja kidal tidak hanya lebih stabil secara emosional tetapi juga kemungkinan lebih tangguh saat menghadapi masalah dan tekanan hidup dibandingkan dengan remaja yang dominan tangan kanan.
Para peneliti menekankan bahwa meskipun hasil ini signifikan secara statistik, alasan pasti di balik hubungan antara dominasi tangan dan hubungan kepribadian belum sepenuhnya dipahami. Mereka menyarankan agar studi lanjutan dilakukan di berbagai budaya dan kelompok usia yang berbeda untuk memastikan apakah pola tersebut konsisten secara global.
Secara keseluruhan, temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana dominasi tangan, khususnya kidal, dapat berkaitan dengan aspek psikologis seperti stabilitas emosional dan ketangguhan mental pada remaja.
Sumber: psycology today, PubMed





