JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyambangi dua rumah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) malam.
Rumah pertama yang didatangi Trenggono adalah kediaman Deden Mulyana, staf KKP yang berlokasi di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Deden diketahui merupakan Penata Muda Tingkat I.
Trenggono tiba di rumah Deden sekitar pukul 22.26 WIB.
Baca juga: Tiga Pegawai KKP dan Tujuh Kru Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros
Ia mengenakan kemeja batik yang dilapisi jaket hitam serta membawa payung.
Setibanya di lokasi, Trenggono langsung menemui pihak keluarga.
Baca juga: Saksi Mata Ungkap Detik-detik Pesawat ATR 42-500 Lepas Landas di Yogyakarta Sebelum Hilang di Maros
Istri Deden, Vera, tampak menangis saat berbincang dengan Trenggono di dalam rumah.
Anak Deden terlihat duduk di samping Trenggono sambil mengenakan kaus.
Sekitar lima menit kemudian, Trenggono bertolak ke rumah pegawai KKP lainnya yang juga menjadi penumpang pesawat, Yoga Naufal.
Yoga merupakan operator kamera pengawasan udara.
Aktivitas di rumah duka tampak lengang di bawah guyuran hujan.
Beberapa pegawai KKP terlihat meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.00 WIB.
Tidak ada pernyataan yang diberikan Trenggono kepada wartawan. Begitupun keluarga para penumpang.
Kronologi pesawat hilang kontak
Pesawat ATR 42-500 melakukan penerbangan dengan rute Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu pagi.
Kemudian pukul 04.23 UTC atau sekitar 11.23 WIB atau 12.23 Wita, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.
Namun, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.