JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Tengah yang dapat menyebabkan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia, berdasar update pada 17 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.
Informasi ini disampaikan melalui posting akun Instagram BMKG, @infobmkg, Sabtu (17/1/2026).
"Bibit Siklon Tropis 96S mulai terbentuk pada 14 Januari 2026 pukul 13.00 WIB di dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta. Saat ini posisi berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah," ungkap BMKG dalam unggahannya.
BMKG menyatakan bibit siklon tersebut memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 18-19 Januari 2026: Waspadai Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah, Mana Saja?
BMKG menambahkan, bibit siklon 96S terpantau bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia dalam periode 24 jam ke depan.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan adanya bibit siklon tersebut dapat berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga 18 Januari 2026 pukul 19.00 WIB. Salah satu dampak tidak langsungnya adalah gelombang laut tinggi.
BMKG mengungkap wilayah perairan berikut perlu mewaspadai potensi gelombang laut tinggi 1,25–2,5 m (moderate sea) sebagai dampak tidak langsung bibit siklon tropis 96S:
- Selat Bali
- Lombok
- Selat Sumba
- Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB
Berdasar potensi gelombang tinggi yang dipaparkan, BMKG menyampaikan imbauannya pada masyarakat di daerah yang diperkirakan terdampak bibit siklon tropis.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," kata BMKG.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- siklon tropis
- siklon tropis 96s
- bmkg
- gelombang laut tinggi
- gelombang tinggi





