BEKASI, KOMPAS.com – Dua orang keluarga dari Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (AIT) dijadwalkan berangkat ke Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Senin (19/1/2026).
“Ada perwakilan dua orang. Pertama dari kakaknya dan anak kandungnya yang pertama,” ujar Rio, adik ipar Ferry, kepada awak media di rumah Ferry di Jalan Haji Kunen, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Minggu (18/1/2026).
Meski demikian, Rio mengaku pihak keluarga belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dijalani setibanya di Maros.
Baca juga: Biddokes Polda Metro Ambil Sampel DNA Keluarga Ferry Irawan, Penumpang Pesawat ATR 42-500
“Kami juga belum tahu untuk seperti apa, karena untuk DNA segala macam tadi sudah dari Polri datang ke sini,” kata Rio.
Ia menambahkan, keberangkatan keluarga kemungkinan untuk mengikuti dan melihat langsung proses penanganan yang difasilitasi oleh KKP bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Rio mengatakan, hingga saat ini pihak keluarga masih menunggu perkembangan informasi dari tim yang berada di lapangan, baik dari Basarnas maupun KKP.
“Sampai saat ini kami juga masih menunggu info lanjutannya lagi. Besar harapan kami semua bisa kembali dengan selamat, bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” kata dia.
Hal senada disampaikan keponakan Ferry, Athoriq Julian. Ia mengatakan, pihak keluarga belum dapat memastikan berapa lama mereka akan berada di Maros.
“Kami masih nunggu info lanjutannya lagi seperti apa. Jadi belum bisa ditentukan juga ke sananya tujuannya kayak apa. Belum ada info terkait itu, jadi kita belum bisa kasih estimasinya berapa lama,” ujar Athoriq.
Baca juga: Polisi Libatkan Psikologi Forensik Ungkap Motif 2 Tersangka Masturbasi di Bus Transjakarta
Rio menjelaskan, keberangkatan Ferry ke Maros merupakan perjalanan dinas. Ferry diketahui bertugas di bagian Air Surveillance Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Tugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Beliau ditempatkan di bagian Air Surveillance-nya. Dan ya, tugas seperti biasa,” kata Rio.
Menurut Rio, Ferry berangkat dinas sejak Jumat (16/1/2026) dan sempat bermalam di Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Maros.
Ia menegaskan, perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan Ferry.
“Sudah sering bolak-balik. Sebelumnya memang sudah melakukan trip jauh. Jadi ini bukan yang pertama kali. Air Surveillance kan ke mana-mana, ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai sosok Ferry, Athoriq menggambarkan pamannya sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan penyabar.





