Film Dokumenter With Hasan in Gaza Masuk Nominasi Bergengsi di Eropa

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah dokumenter yang dibuat dari rekaman lama di Jalur Gaza lebih dari dua dekade lalu berhasil masuk nominasi di European Film Awards, ajang film paling bergengsi di Eropa. Film ini kembali menyoroti tentang gambaran kehidupan selama intifada kedua.

Dokumenter berjudul With Hassan in Gaza karya sutradara Palestina Kamal Aljafari, berhasil masuk dua nominasi sekaligus Best European Documentary dan Best European Film di European Film Awards. Film ini berasal dari materi yang direkam Aljafari pada 2001 saat ia menelusuri Gaza untuk mencari seorang mantan tahanan politik yang dikenalnya pada akhir 1980-an. Bersama seorang pemandu lokal bernama Hassan, Aljafari merekam aktivitas di jalanan, pasar, pesisir, dan percakapan dengan warga.

Baca Juga
  • Horor Indonesia Mendunia! Film Ghost in the Cell Joko Anwar Berkompetisi di Berlinale 2026
  • Film Palestine 36 akan Rilis di Amerika Serikat
  • Shawn Mendes Gabung dengan Mustafa, Kumpulkan Rp95 Miliar untuk Sudan-Palestina

Aljafari mengaku awalnya tidak berniat membuat film. Setelah kembali ke studinya di Cologne, Jerman, rekaman yang tersimpan di tiga kaset MiniDV itu tidak ditonton bertahun-tahun. Rekaman itu secara tidak sengaja ditemukan kembali pada Juli tahun lalu, demikian seperti dikutip dari Anadolu, Ahad (18/1/2026).

Aljafari kemudian memutuskan menyusunnya menjadi dokumenter tanpa mengubah materi asli. la menggambarkan film ini sebagai catatan tentang orang dan tempat yang kini banyak yang hilang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dokumenter ini menampilkan suasana kehidupan di Gaza pada 2001, menunjukkan pembatasan pergerakan yang ketat dan dampak dari pemboman serta kekerasan Israel selama pemberontakan. Rekaman tersebut menangkap momen-momen sehari-hari seperti bekerja, bepergian, dan berbincang di bawah pendudukan militer.

With Hassan in Gaza tayang perdana pada Agustus di Locarno Film Festival, dan memenangkan Europa Cinemas Label Award, serta Special Jury Prize di Athens Innovative Film Festival ke-14. Aljafari, yang kini membagi waktunya antara Berlin dan Paris, telah membuat 12 dokumenter pendek dan panjang, la menyebut rekaman yang ditemukan kembali ini kini memiliki makna baru mengingat kehancuran dan hilangnya banyak nyawa di Gaza beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi catatan visual era yang telah lewat. Upacara European Film Awards akan mengumumkan para pemenang di berbagai kategori pada 17 Januari di Berlin.

 

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Impian Terbesar Rylan Henry Pribadi Sebelum Meninggal, Sang Ayah: Dia Bahkan Membujuk Kami
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Empat Amal Paling Berat Timbangan Pahalanya di Akhirat
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
KNKT Duga Pesawat ATR 42-500 Tabrak Lereng Gunung Bulusaraung, Sulsel
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Serpihan Pesawat ATR 42-500 ditemukan, Basarnas fokus pencarian korban
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Adegan Diranjang Aliando Syarief dan Richelle Skornicki Tuai Kontroversi, Manoj Punjabi Diserang: Kok Lulus Sensor?
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.