Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi A PRD DKI Jakarta Kevin Wu meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengantisipasi banjir berbasis kecamatan dan kelurahan agar lebih fleksibel.
"Kita jangan lagi menggunakan pendekatan terpusat. Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya, kemunculan titik-titik banjir ini semakin sulit diprediksi," kata Kevin saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Untuk itu kata dia, Pemprov DKI juga perlu fleksibel dan membangun kapasitas perangkat di tingkat kecamatan serta kelurahan.
Ia mengatakan, Pemprov DKI juga harus memetakan kecamatan dan kelurahan mana saja yang rentan terkena banjir.
"Setelah itu, pompa-pompa air perlu dikirim ke wilayah-wilayah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir," ujarnya.
Baca juga: Pemprov DKI didesak untuk mitigasi dampak banjir
Kevin menambahkan, kapasitas perangkat Pemprov DKI Jakarta di tingkat kewilayahan seperti kecamatan dan kelurahan juga perlu diperkuat.
Meskipun saat ini telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tapi masih butuh penanganan yang lebih fleksibel, supaya warga terjaga.
"OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi. Pemprov DKI jangan lupa melakukan persiapan-persiapan di lapangan," katanya.
Adapun salah satu kelurahan yang menurut Kevin perlu diberikan perhatian adalah Kedoya Selatan karena wilayah tersebut rentan terhadap banjir, terutama pada musim hujan.
Ia juga mengungkit keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Jaga Jakarta karena salah satu tujuan pembentukannya adalah membantu penanganan banjir sehingga selayaknya perannya harus efektif.
Baca juga: 1.790 Pasukan Oranye tangani sampah di lokasi rawan banjir
"Sekarang adalah waktunya Satgas Jaga Jakarta memainkan peran dan turut serta dalam upaya mengantisipasi serta menangani banjir. Dengan adanya Satgas tersebut, harusnya Pemprov DKI memiliki cukup orang untuk dikerahkan ke lokasi-lokasi banjir ketika dibutuhkan," katanya menambahkan.
Hujan deras sepanjang Senin (12/1) lalu memicu banjir di sejumlah ruas jalan di Jabodetabek. Banjir parah terjadi hampir di semua wilayah Jakarta.
Setidaknya, ada tiga korban jiwa akibat tersengat listrik pada saat banjir di Kecamatan Cilincing dan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ribuan warga di seluruh Jakarta, juga sempat mengungsi.
Baca juga: Ada korban jiwa, penanganan banjir Jakarta diminta diperbaiki
"Kita jangan lagi menggunakan pendekatan terpusat. Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya, kemunculan titik-titik banjir ini semakin sulit diprediksi," kata Kevin saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Untuk itu kata dia, Pemprov DKI juga perlu fleksibel dan membangun kapasitas perangkat di tingkat kecamatan serta kelurahan.
Ia mengatakan, Pemprov DKI juga harus memetakan kecamatan dan kelurahan mana saja yang rentan terkena banjir.
"Setelah itu, pompa-pompa air perlu dikirim ke wilayah-wilayah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir," ujarnya.
Baca juga: Pemprov DKI didesak untuk mitigasi dampak banjir
Kevin menambahkan, kapasitas perangkat Pemprov DKI Jakarta di tingkat kewilayahan seperti kecamatan dan kelurahan juga perlu diperkuat.
Meskipun saat ini telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tapi masih butuh penanganan yang lebih fleksibel, supaya warga terjaga.
"OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi. Pemprov DKI jangan lupa melakukan persiapan-persiapan di lapangan," katanya.
Adapun salah satu kelurahan yang menurut Kevin perlu diberikan perhatian adalah Kedoya Selatan karena wilayah tersebut rentan terhadap banjir, terutama pada musim hujan.
Ia juga mengungkit keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Jaga Jakarta karena salah satu tujuan pembentukannya adalah membantu penanganan banjir sehingga selayaknya perannya harus efektif.
Baca juga: 1.790 Pasukan Oranye tangani sampah di lokasi rawan banjir
"Sekarang adalah waktunya Satgas Jaga Jakarta memainkan peran dan turut serta dalam upaya mengantisipasi serta menangani banjir. Dengan adanya Satgas tersebut, harusnya Pemprov DKI memiliki cukup orang untuk dikerahkan ke lokasi-lokasi banjir ketika dibutuhkan," katanya menambahkan.
Hujan deras sepanjang Senin (12/1) lalu memicu banjir di sejumlah ruas jalan di Jabodetabek. Banjir parah terjadi hampir di semua wilayah Jakarta.
Setidaknya, ada tiga korban jiwa akibat tersengat listrik pada saat banjir di Kecamatan Cilincing dan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ribuan warga di seluruh Jakarta, juga sempat mengungsi.
Baca juga: Ada korban jiwa, penanganan banjir Jakarta diminta diperbaiki




