Diversifikasi Bisnis SPBU, Pertamina Patra Niaga Perluas Pendapatan Non-BBM

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga memperbesar pengembangan bisnis Non-Fuel Retail (NFR) di jaringan SPBU Pertamina melalui proyek Biru Container.

Senior Officer Non-Fuel Retail Business PT Pertamina Patra Niaga Ariyanti Chandra Dewi menjelaskan bahwa diversifikasi layanan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Strategi utama dalam pengembangan NFR ini adalah kolaborasi bisnis baru dengan pelanggan baru.

"Kolaborasi lintas industri ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelanggan terhadap kebutuhan primer dalam satu kunjungan, sekaligus mendukung pengembangan bisnis Non-Fuel Retail [NFR] di jaringan SPBU Pertamina," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).

Pada tahap awal, kerja sama ini, lanjutnya menargetkan pengembangan hingga 20 gerai Biru Container di area SPBU Pertamina secara bertahap dan terukur. Seiring dengan pengembangan tersebut, kolaborasi ini juga mendorong terciptanya peluang kerja baru di tingkat lokal, khususnya untuk mendukung operasional dan pengelolaan gerai di berbagai wilayah.

Setelah Surabaya, lokasi berikutnya segera hadir di Jakarta pada Maret 2026, sebelum dikembangkan lebih luas ke kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Baca Juga

  • Pertamina Patra Niaga Suplai Avtur Perdana di Bandara Notohadinegoro Jember
  • Pertamina Patra Niaga Amankan Distribusi Energi Selama Libur Nataru
  • Pertamina Patra Niaga Raih 5 Apresiasi dari BPH Migas

"Dalam jangka panjang, Pertamina Patra Niaga membuka peluang eksplorasi di sekitar 6.000 SPBU di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan NFR," terangnya.

Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso mengatakan Biru Container merupakan format gerai Air Minum Biru yang dirancang khusus untuk ditempatkan di area seperti SPBU, dengan standar kualitas dan sistem pengolahan yang sepenuhnya konsisten dengan gerai Air Minum Biru lainnya.

Dia melanjutkan dari perspektif industri, kolaborasi ini mencerminkan momentum sinergi lintas sektor, di mana pelaku usaha tidak lagi beroperasi secara terpisah, melainkan membangun satu ekosistem bisnis yang saling melengkapi dan memperkuat. Air minum sebagai kebutuhan dasar masyarakat kini terintegrasi ke dalam infrastruktur SPBU yang selama ini identik dengan energi dan mobilitas.

Sebagai gambaran, di negara maju, bisnis NFR ini bisa menyumbang 30% sampai 40% pendapatan bagi SPBU tersebut, karena yang dijual pada bisnis NFR ini adalah kebutuhan-kebutuhan masyarakat, seperti minimarket atau café.

Sejauh ini ekosistem bisnis NFR yang telah dibangun oleh Pertamina seperti Bright Store, Bright Café, Bright Wash dan Enduro Express serta partisipasi brand-brand lainnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Sanksi Kenaikan Tarif 10 Persen 8 Negara Eropa Pasca Kirim Pasukan ke Greenland, Akan Naik Jika Denmark Tak Mau Jual
• 11 jam laludisway.id
thumb
Warga Maros Dengar Dentuman Keras, Diduga Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TKD Aceh, Sumut, Sumbar, Tak Dipotong, Mendagri Harap Pekan Depan Ditransfer
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Pemkot dan PMI Jakarta Timur Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Tiga Kelurahan Cakung
• 35 menit lalupantau.com
thumb
Daftar 20 Mobil Favorit Warga RI Sepanjang 2025
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.