HARIAN FAJAR, PINRANG — Ketua Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (KPMP), Anmar, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen relawan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Palia, Kabupaten Pinrang, menyusul terungkapnya kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan salah satu sopir dapur tersebut.
Anmar menilai kasus sopir MBG yang ditetapkan sebagai tersangka narkoba merupakan peringatan serius bagi pengelola program nasional MBG agar lebih selektif dalam merekrut dan mengawasi relawan.
“Ini bukan persoalan sepele. MBG adalah program strategis nasional yang menyasar anak-anak dan masyarakat. Kalau relawannya tidak diseleksi dengan ketat, dampaknya bisa fatal,” kata Anmar pada Sabtu, 17 Januari.
Menurut Anmar, keterlibatan sopir dapur MBG Palia dalam kasus narkotika menunjukkan lemahnya proses verifikasi latar belakang relawan. Ia menegaskan, BGN sebagai penanggung jawab program di tingkat nasional harus turun tangan mengevaluasi mekanisme rekrutmen, khususnya di daerah.
“Kami minta BGN tidak hanya menyerahkan rekrutmen ke dapur mitra atau yayasan, tetapi juga memastikan ada standar pemeriksaan yang jelas, termasuk rekam jejak dan kesehatan relawan,” ujarnya.
Anmar juga mendorong agar dilakukan tes urine dan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap seluruh relawan MBG di Pinrang. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang.
“Jangan sampai tujuan mulia MBG tercoreng oleh oknum. Apalagi sudah ada contoh di daerah lain, seperti insiden sopir MBG di Jakarta yang membahayakan siswa dan guru,” tegasnya.
Sebelumnya, sopir tersebut ditangkap oleh Polres Pinrang di Palia, Kelurahan Maccinnae, Kecamatan Paleteang pada Senin, 29 Desember 2026.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palia, Harry Santoso, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah aparat melakukan penangkapan.
“Saya baru diberitahu kemarin saat yang bersangkutan ditangkap. Distribusi makanan tetap berjalan karena sudah ada sopir pengganti,” ujar Harry kepada FAJAR.(ams)



