Tim SAR Gabungan Kerahkan Operasi Besar Cari Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros

pantau.com
16 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Tim SAR gabungan kembali melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak sejak Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 13.17 WITA di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Operasi pencarian dimulai pada Minggu, 18 Januari 2026 pukul 04.00 WITA, melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi dan organisasi kemanusiaan.

Tim pencarian terdiri dari Basarnas sebagai koordinator utama, didukung oleh BPBD, TNI, Polri, Polairud, PMI, MAPALA, serta ratusan relawan dari berbagai elemen masyarakat.

Komando Terpadu dan Pembagian Tugas di Medan Sulit

Pengarahan tim telah dilakukan pada Sabtu malam, 17 Januari 2026 oleh Dandim Pangkep, sebagai bagian dari sistem komando terpadu di bawah kendali Panglima TNI Kodam XIV/Hasanuddin.

Sistem pencarian dilaksanakan dengan metode pembagian sektor berdasarkan karakteristik medan pencarian yang dinilai cukup menantang.

Dalam pengarahan tersebut, pembagian tugas dan sektor pencarian kembali ditegaskan kepada seluruh personel yang terlibat.

BPBD Kota Makassar menurunkan sepuluh personel, terdiri dari tiga orang yang bertugas di bidang data dan informasi untuk mendukung kelancaran pelaporan dan integrasi data.

Tujuh personel lainnya ditugaskan memimpin tim pencarian di lapangan karena memiliki keahlian vertical rescue.

Pembentukan banyak tim pencarian dilakukan menyusul terus bertambahnya jumlah relawan yang ikut serta dalam operasi ini.

BPBD Kota Makassar menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas secara profesional, terkoordinasi, dan mengedepankan keselamatan dalam satu sistem komando terpadu.

"Kami siap bergerak sesuai arahan komando. Personel BPBD Kota Makassar akan fokus pada tugas data dan informasi serta memimpin tim pencarian sesuai keahlian yang dimiliki", ungkap salah satu perwakilan BPBD dalam keterangan tertulis.

KNKT Fokus Kumpulkan Data, ELT Diduga Tidak Aktif

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui hilang kontak saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar dan diduga jatuh di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, wilayah Maros-Pangkep.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini tengah mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian tersebut.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan bahwa penyebab pasti jatuhnya pesawat belum dapat dipastikan.

Ia juga mengungkapkan adanya dugaan gangguan karena perangkat emergency locator transmitter (ELT) pada pesawat kemungkinan dalam kondisi tidak aktif.

"Fokus utama kami saat ini adalah mencari lokasi jatuhnya pesawat dan mengumpulkan data terkait korban", ia mengungkapkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Lengkap dan Klasemen Liga Inggris: Arsenal Jauhi Manchester City, Tottenham Hotspur Keok Lagi
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Usai Rapat Bareng Prabowo, Mendagri Umumkan TKD 3 Provinsi di Sumatera Tak Dipotong
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 Ditemukan! 700 Meter dari Puncak Gunung Bulusaraung Sulsel
• 10 menit lalukompas.tv
thumb
Banjir Rendam 5 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Minggu Pagi, Ketinggian Air Capai 60 Cm
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Menhub Sampaikan Belasungkawa ke Korban Pesawat Pesawat ATR
• 50 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.