JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung pihak yang menyebut kalau pohon sawit itu sama dengan pohon yang lain karena sama-sama bisa menyerap karbon.
“Kita sering dengar argumen bahwa semua pohon kan sama. Sama-sama ada daunnya dan sama-sama bisa menyerap karbon,” kata Anies, saat memberikan sambutan dalam acara Rakernas I Ormas Gerakan Rakyat, di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Anies mengatakan, secara teknis, pohon sawit dengan pohon-pohon di hutan tropis memang sama-sama bisa fotosintesis dan menyerap air.
Tapi, kemampuan masing-masing pohon untuk melakukan ini sangat berbeda.
Baca juga: Prabowo: Kita Diberi Karunia Luar Biasa, Kita Punya Kelapa Sawit
“Ya secara teknis memang benar, sawit pun memang melakukan fotosintesis. Tetapi, apakah berarti perkebunan sawit bisa menggantikan hutan hujan tropis? Jawabannya tegas, tidak bisa,” lanjut Anies.
Anies memberi contoh, hutan hujan tropis punya kemampuan menyimpan karbon 10 kali lebih banyak daripada kebun sawit.
Hal ini dikarenakan, pohon di hutan bisa tumbuh hingga ratusan tahun.
Pohon-pohon di hutan menyimpan karbon di banyak tempat.
Mulai dari daun, batang, hingga ke akar.
“Sawit setelah 25 tahun ditebang diganti. Sehingga siklusnya pendek, tahan karbonnya terbatas,” ujar Anies.
Dia juga menyinggung soal sistem akar pohon di hutan yang sangat kompleks sehingga bisa menyerap air, menahan tanah, hingga mengatur aliran sungai.
Sementara, sawit punya akar yang dangkal dan horizontal.
Baca juga: Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z
Sehingga, ketika hujan, air tidak terserap dan mengalir di permukaan tanah.
Menurut Anies, ketika bicara soal hutan, bukan hanya masalah banjir yang perlu disorot.
Ada ekosistem yang perlu dipertimbangkan.
“Bagaimana nasib orang utan, harimau Sumatra, gajah badak. Mereka semua belum bisa hidup di perkebunan,” tegas Anies.
Anies mengatakan, hewan yang kini hidup di hutan tidak bisa dipindahkan untuk hidup di kebun sawit.
Dia pun merujuk pada catatan dari seorang ahli biologi yang tidak disebutkan namanya.
“Kalau dicek, catatan ahli biologi, disebutkan bahwa hanya 15 persen dari spesies hutan yang bisa hidup di kawasan kebun, 85 persen lainnya enggak bisa,” ujar dia.
Anies mengatakan, pihak-pihak yang menyebut kalau semua pohon itu sama seharusnya dikoreksi.
Dalam sambutannya, Anies tidak menyebutkan satu nama siapa yang dia maksud.





