Bisnis.com, JAKARTA - Rusia turut memberikan respons terkait konflik yang diciptakan AS di Greenland.
Dilansir dari Independent, Kremlin mengatakan Rusia menganggap Greenland sebagai wilayah Denmark.
Pernyataan ini dianggap cukup berani karena Donald Trump menolak untuk menarik kembali ancaman berulang-ulang yang dilontarkannya terhadap sekutu NATO tersebut.
Juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov mengatakan situasi tersebut "luar biasa" dari perspektif hukum internasional. Apalagi menurut pejabat Rusia, Trump tidak terlalu peduli pada hukum internasional.
“Di sisi lain, mengingat Presiden Trump berada di Washington ... dia sendiri telah mengatakan bahwa hukum internasional bukanlah prioritas baginya,” kata Peskov seperti dikutip dari laporan tersebut.
Trump sendiri mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap mereka yang menentang rencananya di Greenland pada hari Jumat.
Ancaman ini dilontarkan setelah sekutu-sekutu Eropa bersatu mendukung Denmark dengan mengirimkan sejumlah kecil pasukan ke wilayah tersebut.
Pemerintahan Trump berpendapat bahwa wilayah tersebut sangat penting bagi keamanan di Arktik, dan menuduh Denmark tidak melakukan cukup upaya untuk melindunginya.
Presiden AS belum mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk merebutnya, sama seperti Kopenhagen yang menegaskan bahwa wilayah itu tidak untuk dijual.
Utusan khusus Trump untuk Greenland mengatakan bahwa ia berencana mengunjungi wilayah tersebut pada bulan Maret, dan ia yakin kesepakatan penjualan dapat tercapai.
“Saya yakin bahwa akan ada kesepakatan yang seharusnya dan akan tercapai setelah ini selesai,” kata Jeff Landry kepada Fox News dalam sebuah wawancara pada hari Jumat.
“Presiden itu serius. Saya rasa dia sudah menetapkan patokan. Dia sudah memberi tahu Denmark apa yang dia cari," ia menambahkan.




