BEKASI, KOMPAS.com – Banjir setinggi 50 hingga 60 sentimeter menggenangi Jalan Harapan Baru, RT 003/RW 012, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Minggu (18/1/2026) pagi.
Genangan air tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak malam hari.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan air menutup hampir seluruh badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas.
Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil memilih putar balik dan mencari jalur alternatif.
Sementara itu, beberapa pengendara yang nekat menerobos genangan terlihat mengalami mesin tersendat hingga mogok.
Baca juga: Imbas Genangan, KRL Bogor–Kota Hanya Sampai Jayakarta dan Manggarai Minggu Pagi
Salah seorang warga setempat, Rofik (55), mengatakan hujan mulai turun sejak pukul 18.00 WIB dan sempat mereda sekitar tengah malam. Namun, hujan kembali mengguyur wilayah tersebut pada pukul 00.00 WIB.
“Hujannya dari sore enggak berhenti-henti. Sempat berhenti tapi turun lagi jam 12 malam,” ujar Rofik saat ditemui Kompas.com di lokasi banjir, Minggu.
Menurut Rofik, banjir tersebut membuat warga tidak dapat melintas menuju jalan arah Stasiun Cakung, Jakarta Timur, akibat genangan air yang cukup tinggi dan arus yang deras di beberapa titik.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Azam (48). Ia menyebut hujan mulai terjadi sejak tengah malam hingga pagi dini hari dan berdampak pada aktivitas warga.
“Hujannya dari jam 12 malam sampai pagi. Banyak motor yang mogok karena maksa lewat,” kata Azam.
Baca juga: Banjir Rel di Kampung Bandan, KRL Cikarang Hanya Sampai Angke Minggu Pagi
Azam menambahkan, banjir di kawasan tersebut kerap terjadi setiap kali hujan deras melanda.
Selain intensitas hujan yang tinggi, kapasitas saluran air menuju Kali BKT yang dinilai terlalu kecil membuat air mengendap lebih lama di jalan.
Hingga pukul 07.38 WIB, hujan deras masih melanda wilayah Harapan Baru. Genangan air masih terlihat di sejumlah titik dengan ketinggian yang terus bertambah.
Baik Rofik maupun Azam berharap adanya penanganan jangka panjang dari pihak terkait untuk mencegah banjir berulang di kawasan tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang