Ali Khamenei Akui Ribuan Tewas dalam Protes Iran

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Teheran, Iran

Pemimpin Tertinggi Iran menuduh keterlibatan AS dan menyebut Donald Trump sebagai dalang kerusuhan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi mengakui bahwa ribuan orang tewas dalam aksi protes yang mengguncang negara tersebut selama dua pekan terakhir. 

Dalam pidatonya pada Kamis waktu setempat, Khamenei menyebutkan bahwa jatuhnya korban jiwa terjadi dalam kondisi yang tragis.

"Ribuan orang telah tewas, beberapa di antaranya dibunuh dengan cara yang tidak manusiawi dan biadab," ujar Khamenei sembari melemparkan tuduhan kepada Amerika Serikat sebagai pemicu tingginya angka kematian tersebut.

Khamenei juga melontarkan kecaman keras terhadap Presiden AS saat itu, Donald Trump. Ia melabeli Trump sebagai "kriminal" karena dukungannya terhadap para demonstran dan menyerukan hukuman tegas bagi mereka yang terlibat dalam aksi tersebut. 

"Atas izin Allah, bangsa Iran harus mematahkan perlawanan para penghasut ini, sebagaimana kita telah mematahkan fitnah di masa lalu," tegasnya.

Tuduhan Sabotase Asing

Pemerintah Iran turut merilis rangkaian rekaman video yang diklaim memperlihatkan individu bersenjata api dan senjata tajam di tengah kerumunan massa. 

Otoritas setempat menyatakan hal ini sebagai bukti keterlibatan sabotase asing guna mengacaukan stabilitas nasional.

Senada dengan Khamenei, ulama senior Iran, Ahmad Khatami, menuntut hukuman mati bagi demonstran yang ia sebut sebagai "pemberontak bersenjata". Khatami menggambarkan para pengunjuk rasa sebagai "tentara" bayaran Israel dan AS.

"Para munafik bersenjata harus dihukum mati. Jangan harap ada perdamaian bagi mereka yang menjadi antek asing," ujar Khatami, yang juga merupakan anggota Dewan Garda Iran.

Data Korban yang Simpang Siur

Pernyataan dari pihak Iran ini muncul di tengah ketegangan diplomatik setelah Donald Trump sempat mengklaim bahwa Teheran setuju untuk menghentikan eksekusi terhadap ratusan demonstran. 
Namun, laporan dari organisasi hak asasi manusia memberikan gambaran yang jauh lebih kelam.

Lembaga Human Rights Activists News Agency melaporkan bahwa represi terhadap massa masih berlanjut. Data mereka menunjukkan lebih dari 3.090 orang tewas dan hampir 4.000 kasus lainnya masih dalam proses peninjauan. 

Selain itu, lebih dari 22.100 orang dilaporkan telah ditahan, memicu kekhawatiran internasional atas potensi penganiayaan terhadap para tahanan.

Krisis Domestik Terparah

Gelombang protes ini awalnya dipicu pada 28 Desember oleh keresahan pedagang di Teheran akibat merosotnya nilai tukar mata uang Rial. 

Namun, tuntutan massa dengan cepat meluas menjadi desakan untuk mengakhiri pemerintahan saat ini, menandai kerusuhan paling mematikan sejak revolusi 1979.

Human Rights Watch menyebut tindakan otoritas Iran sebagai "pembunuhan massal terhadap pengunjuk rasa.

" Meskipun intensitas massa di jalanan mulai menurun akibat tindakan keras aparat, Iran tetap berada dalam isolasi digital setelah pemerintah memutus akses internet selama lebih dari sepekan.

Di sisi lain, Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang kini berada di pengasingan, terus menyerukan penggulingan pemerintahan Teheran dan meminta dukungan internasional. "Kami sebagai rakyat Iran tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan perjuangan ini," pungkasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Personel Polda Aceh Jadi Tentara Rusia, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-Gesa Cabut Kewarganegaraan
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia Siap Kukuhkan Eksistensi di WEF 2026
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
6 Ramalan Keuangan Shio Senin, 19 Januari 2026: Prediksi Finansial dan Angka Hoki Kuda hingga Babi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Real Madrid Akhirnya Menang, Alvaro Arbeloa Langsung Terima Kabar Buruk Gara-Gara Pemain Bintang Ini
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
TNI AU Kerahkan Prajurit Korpasgat Usai Titik Pesawat ATR 42-500 Diketahui
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.