Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal pascabanjir bandang di wilayah Aceh Utara. Rencananya, huntara yang berada di Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, ini akan disiapkan untuk menampung 84 keluarga.
"Jadi hunian sementara ini Mas, khususnya buat warga terdampak yang kondisinya rumahnya ini sudah tidak layak lagi dihuni," kata Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kol Inf Hery Setiono.
Banjir yang melanda wilayah Aceh Utara berdampak pada kerusakan, hingga hilangnya rumah warga. Kerusakan rumah mulai dari rusak berat, sedang, dan ringan. Sebagai upaya rehabilitasi, BNPB menyiapkan huntara bagi warga terdampak banjir.
Baca juga: Pulihkan Akses Warga, TNI Pasang Jembatan Aramco di Bireuen Aceh
Huntara tersebut berdiri di atas lahan seluas 14 ribu meter persegi yang dulunya merupakan lapangan sepak bola. Berdasarkan rancangan, nantinya akan ada sebanyak 16 kopel untuk dihuni sebanyak 84 keluarga.
Setiap keluarga akan mendapatkan satu unit huntara yang berukuran 4,8 meter kali 3,6 meter. Hunian ini juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi berukuran 1,2 meter serta teras berukuran 1,2 meter kali 3,6 meter.
Huntara tersebut telah dikerjakan sejak 6 Januari 2026, dan ditargetkan selesai hingga akhir Januari agar warga dapat menjalankan ibadah puasa di tempat yang nyaman.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F18%2F3bf293951e1686a5eaec10f8645785f1-cropped_image.jpg)
