Makassar: Pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (AT) terkendala cuaca buruk dan awan tebal. Pesawat tersebut diduga jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 13.00 WITA, Sabtu, 17 Januari 2026.
"Kondisi di lapangan dari lokasi penyisiran Basarnas, cuaca kurang mendukung untuk melakukan pencarian, karena awan tebal menghalangi pandangan, ditambah kondisi gelap semalam," kata Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di Makassar, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
Dia mengatakan operasi SAR ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas dan TNI AU. Pihak lain, termasuk AirNav Indonesia, juga ikut dilibatkan.
Baca Juga :
Benda Diduga Badan Pesawat ATR 400 Ditemukan di Gunung BulusaraungDari informasi awal diketahui, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebutkan bahwa cuaca pada saat pesawat hilang kontak dilaporkan sedikit berawan. Jarak pandangnya sekitar 8 kilometer.
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir kondisi cuaca wilayah Sulawesi Selatan di titik koordinat pesawat tersebut hilang kontak. Di lokasi itu, terdapat awan yang cukup tebal dan berpotensi hujan ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari.
Sedangkan prakiraan khusus untuk wilayah Kabupaten Maros terjadi kombinasi awan dan potensi hujan ringan dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan pernyataan dini cuaca berisiko di Sulsel, termasuk potensi hujan lebat, banjir dan angin kencang pada awal Januari 2026. Berkaitan dengan hal tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin mengerahkan personelnya bersama tim gabungan untuk melanjutkan pencarian hari ini.


