Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dimulai kembali sejak Minggu dini hari, pukul 04.00 WITA. Dalam pengarahan yang dipimpin oleh Dandim Pangkep, penugasan tim dan pembagian sektor dilakukan dengan seksama.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari berbagai elemen, termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Polairud, PMI, dan MAPALA, serta ratusan relawan kemanusiaan.
Jumlah personel yang terlibat pun bertambah. Dari yang awalnya hanya 170 orang, kini menjadi 476 orang yang dibagi ke dalam beberapa sektor pencarian. Setiap angkatan memiliki keahlian dan penguasaan lapangan yang berbeda untuk meningkatkan efisiensi operasi pencarian dan pertolongan.
Komandan Regu BPBD Kota Makassar, Rahmat, menegaskan kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini.
“Kami siap bergerak sesuai arahan komando. Personel BPBD Kota Makassar akan fokus pada tugas data dan informasi serta memimpin tim pencarian sesuai keahlian yang dimiliki,” ujarnya mengutip Antara, Minggu (18/1).
Strategi Pencarian di Medan Terjal Pembagian Lima Sektor PencarianTim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi lima sektor utama untuk meningkatkan efektivitas pencarian di medan yang terjal dan kompleks, seperti kawasan Gunung Bulusaraung. Pembagian ini dilakukan agar hasil pencarian lebih terfokus dan memungkinkan tiap tim mengoptimalkan pencarian berdasarkan pengetahuan lokal dan kemampuan masing-masing.
Alat dan Sarana yang DigunakanDalam mendukung pelaksanaan pencarian, beragam peralatan dan sarana dikerahkan, termasuk kendaraan off-road, truk, dan alat komunikasi canggih untuk memastikan efektivitas operasi. Alat komunikasi yang digunakan juga mencakup repeater HT untuk memastikan semua anggota tim dapat berkomunikasi dengan lancar selama operasi berlangsung. Selain itu, mereka juga memanfaatkan teknologi terbaru, seperti sistem komunikasi portabel Starlink yang menjamin adanya konektivitas yang kuat bahkan di daerah yang sulit dijangkau.
Penggunaan Drone untuk Asesmen MedanDalam upaya mencari pesawat, tim juga memanfaatkan teknologi drone untuk melakukan asesmen kondisi medan yang sulit dijangkau. Drone akan digunakan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi area tertentu sebelum tim evakuasi bergerak lebih jauh ke lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat.
Penggunaan Helikopter untuk PenyisiranSalah satu elemen penting lainnya dalam operasi pencarian adalah penggunaan helikopter untuk melakukan penyisiran dari udara. Rencananya, helikopter dari Lanud akan digunakan untuk melakukan pemantauan di kawasan yang sulit diakses secara darat.
Kronologi Hilangnya Kontak PesawatPesawat ATR 42-500 yang diterbangkan oleh Indonesia Air Transport hilang kontak pada tanggal 17 Januari 2026 sekitar pukul 13.17 WITA. Pesawat tersebut dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar dan diperkirakan berada dekat batas wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.
Saat pesawat mulai kehilangan kontak, petugas Air Traffic Control (ATC) di Makassar mengonfirmasi arah dan kecepatan pesawat. Namun, upaya untuk berkomunikasi kembali dengan pesawat tidak membuahkan hasil setelah kontak terakhir dinyatakan hilang.
Pesawat tersebut membawa delapan anggota kru serta tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berikut adalah nama-nama kru yang berada di dalam pesawat:
-
Captain Andy Dahananto
-
Sic Fo Yudha Mahardika
-
XCU Captain Sukardi
-
FO Hariadi
-
EOB Frankyd Tanamal
-
BOB Junaidi
-
FA Florencia Lolita S
-
FA Esther Aprilita S




